Pelita Hati: 15.10.2017 – Mengenakan Pakaian Layak


Bacaan Matius 22:1-14


SESUDAH itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.” (Mat.22:8-9.11.13-14)


Perumpamaan tentang perjamuan kawin menggambarkan betapa Allah sungguh baik hati. Tuhan menghendaki umat-Nya menikmati perjamuan sukacita. Awalnya diundang yang sudah ditentukan, yaitu orang Yahudi, bangsa terpilih. Namun mereka tak mempedulikan undangan Tuhan, justru mereka menolak Sang Mesias dan pada akhirnya membunuh-Nya. Karenanya semua orang diundang ke perjamuan kawin itu. Syaratnya adalah harus berpakaian pesta atau berpakaian layak.


Menurut Rasul Paulus, pakaian yang harus kita kenakan adalah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran (Kol.3:12). Sedangkan perhiasan yang harus kita kenakan bukanlah perhiasan emas atau dengan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasan manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. (1 Petrus 3:3-4).


Hidup di dunia adalah sebuah perjalanan menuju pesta agung itu. Sudahkah kita berpakaian layak? Sudahkah kita mengenakan belas kasih, kelemah-lembutan, kerendahan hati dan kesabaran? Mari kita berpantas diri dengan pakaian-pakaian keutamaan itu.


Buah berduri itu durian,
buah mangga untuk rujakan.
kenakanlah belas kasihan,
agar nanti dipantaskan.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.