Pelita Hati: 11.03.2018 – Beroleh Hidup Kekal

Bacaan Yohanes 3:14-16 

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh.3:14-16)

APA Buah yang diterima dari orang yang percaya? Jawabnya adalah Hidup kekal. Inilah penggalan dari percakapan panjang antara Yesus dan Nikodemus. Hidup kekal adalah tujuan akhir dari perjalanan dan peziarahan manusia yang sungguh percaya kepada putera-Nya. Inilah wujud nyata dari kasih karunia Bapa kepada manusia. Empat puluh hari masa prapaskah adalah saat kita mengolah hati untuk memperteguh dan mempertegas komitmen iman kita kepada Sang Putera yang telah dikaruniakan kepada kita melalui sengsara dan wafat-Nya.

Sahabat-sahabat pelita kasih,

percaya tidak hanya mengakui atau mengagumi dengan kata-kata. Percaya berarti melakukan apa yang diajarkan Tuhan alias harus menyata dalam hidup sehari-hari. Tentu kita masih ingat petuah indah dari surat Yakobus, ”iman tanpa perbuatan adalah mati” (Yak.2:26). Masa prapaskah adalah saat yang indah untuk mempraktekkan komitmen hati dan iman kita melalui doa, derma, mati raga dan aksi nyata kita. Selamat hari Minggu.

Lembut halus kain sutera,
sudah pasti mahal harganya.
Yang percaya kepada Sang Putera,
hidup kekal adalah jaminannya.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Sumber: Sesawi

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.