Pelita Hati: 08.01.2018 – Mempertanggungjawabkan Iman

Bacaan Markus 1:7-11

Pada  waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” (Mrk. 1:9-11)

HARI ini Gereja merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan, saat Yesus dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. Ayat terakhir dari pelita sabda ini menyatakan, “Lalu terdengarlah suara dari sorga: Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” (Mrk. 1:11).

Ada tiga (3) hal yang ditekankan:

Yesus adalah sungguh-sungguh anak Allah;Allah amat mengasihi Yesus danYesus sungguh berkenan di hati Bapa.

Sekarang marilah kita merenungkan baptis kita masing-masih. Dengan menerima baptis kita pun dikuduskan/dibersihkan sekaligus digabungkan dalam persekutuan Gereja serta diangkat sebagai anak Tuhan. Pertanyaannya, apakah kita sungguh-sungguh telah menjaga kekudusan dan kebersihan hati kita? Apakah kita sungguh menjadi warga Gereja yang ikut terlibat dan turut bertanggungjawab di dalamnya? Apakah hidup kita sungguh memancarkan kesaksian sebagai anak Tuhan dengan segala ketaatan dan kesetiaan? Apakah cara hidup beriman dan bermasyarakat kita sungguh berkenan di hati Tuhan? Mari kita renungkan.

Di Parang Tritis hati-hati berenang,
ombak besar menggulung lautan.
Baptis adalah pintu gerbang,
pintu menuju keselamatan.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: