Pelita Hati: 06.01.2018 – Berkenan di Hati Tuhan

Bacaan Markus 1:7-11

Pada  waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” (Mr. 1:9-11)

LANGIT terkoyak, Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya dan suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Itulah tiga peristiwa yang menyertai dan menandai peristiwa pembaptisan Tuhan di sungai Yordan. Tanda-tanda itu menyatakan pengakuan bahwa sejak semula Yesus adalah sungguh anak Allah. Di akhir perutusan-Nya, saat Ia tergantung di salib Golgota Tuhan pun akan mendapat pengakuan yang sama oleh kepala pasukan, “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!” (Mrk 15:39) Dengan demikian seluruh dan sepanjang hidup-Nya Yesus menampilkan diri sebagai seorang yang berkenan di hati Bapa-Nya.

Pesan keutamaan dari pelita sabda ini adalah kitapun wajib dan harus menampilkan diri sebagai yang berkenan di hati Tuhan di sepanjang hidup kita. Apakah hidup kita di saat ini sudah berkenan bagi Tuhan? Apakah cara hidup kita mencerminkan hidup yang taat dan setia kepada Tuhan. Jika belum, kita masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki dan memperbaharuinya di saat ini. Marilah kita menata hati agar tetap ada di jalur dan jalan keselamatan. Niscaya hidup kita berkenan di hati Tuhan.

Jika ingin memancing ikan,
jangan lupa membawa umpan.
Hiduplah dalam kebaikan,
niscaya Tuhan berkenan.

dari Papua tanah terberkati
Berkah Dalem, rm.istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.