Pelita Hati: 04.10.2017 – Tak Menoleh ke Belakang


Bacaan Lukas 9:57-62


LALU Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.” Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” (Luk.9:59-62)


Kata-kata Yesus ini sepintas tidak enak didengar, kasar dan sangat tidak manusiawi. Kepada kita dan terutama para pewarta, Tuhan ingin menunjukkan sikap hati yang harus dibangun yaitu memiliki komitmen tunggal, mengutamakan Tuhan di atas segalanya.


Jika untuk Tuhan kita tidak boleh menawar-nawar apalagi menunda-nunda. Siap memberikan totalitas dalam mengabdi dan berpelayanan. Yesus tidak ingin memiliki murid yang banyak berwacana dan berencana tetapi amat berkenan kepada yang siap dengan tindakan nyata. Yesus tidak menginginkan para murid yang suka beralasan untuk mencari pembenaran tetapi mencari pribadi yang memiliki disiplin diri dan berwawasan ke depan.


Jangan menoleh ke belakang, hadapilah hidup dan tanggungjawab hari sambil menatap ke depan. Niscaya Tuhan berkenan.


Langit biru tiada awan,
menghijau hutan dan pegunungan.
Murid Tuhan yang andalan,
pantang mundur tak gentar tantangan.


dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.is


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: