Pelita Hati: 02.01.2018 – Bukan Iman Basa-basi

Bacaan Yohanes 1:19-28

Dan  di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepadanya, katanya: “Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab mereka, katanya: “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”  (Yoh 1:24-27)

ORANG Farisi dikenal sangat legalis alias segala sesuatunya didasarkan atas hukum dan aturan. Menurut hukum, hanya Mesias atau para nabilah yang berhak membaptis. Karenanya orang-orang Farisi mempertanyakan Yohanes ketika melakukan pembaptisan kepada banyak orang padahal mengaku bukan Mesias atau salah seorang nabi. Orang Farisi sangat sibuk dengan urusan formalitas duniawi yang kadang justru menunjukkan dangkalnya hati mereka. Dalam cerita Injil banyak kali orang-orang Farisi menegur para murid yang tidak berpuasa dan tidak mencuci tangan ketika perjamuan. Mereka pun selalu selalu mempersalahkan Yesus ketika dianggap tak menghormati hari sabat atau bahkan melanggar hukum sabat. Mereka mengagung-agungkan formalisme hukum sempit dan tak sampai kepada penghayatan iman sejati.

Karenanya dalam pelita sabda hari ini Yohanes membuka mata hati dan iman mereka bahwa di tengah-tengah mereka ada Dia yang tidak dikenal yang lebih besar daripadanya. Dia tidak hanya membaptis dengan air tetapi dengan Roh Kudus. Semoga kita dijauhkan dari sikap Farisi yang senang basa-basi dan didekatkan pada cara beriman yang mengedepankan hati.

Jangan suka berbasa-basi,
jika ingin memikat hati.
Jauhkan kami dari ragi Farisi,
dekatkan kami pada ketulusan hati.

dari Papua tanah terberkati,
Berkah Dalem, rm.istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr

Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: