Pelanggaran Seksual, Mantan Duta Besar Vatikan untuk Dominika Bakal Diadili

In this March 15, 2013, Archbishop Josef Wesolowski, papal nuncio for the Dominican Republic, leads a Mass in Santo Domingo, Dominican Republic. Authorities in the Dominican Republic will look into allegations of child sex abuse against Wesolowski, following his abrupt removal from his post by the Vatican, Attorney General Francisco Dominguez Brito said Wednesday, Sept. 4, 2013, noting that his office is aware only of rumors and has not received any accusations. (AP Photo/Manuel Diaz)

Jozef Wesolowski, mantan uskup agung dan Duta Besar Vatikan untuk Republik Dominika, akan duduk di kursi pesakitan pada Sabtu atas tuduhan pelanggaran seks terhadap anak dalam perkara yang dipandang sebagai ujian bagi kepemimpinan Paus Fransiskus dalam upayanya membersihkan gereja.

Itu akan menjadi sidang pertama, yang diselenggarakan di bawah aturan susunan Paus asal Argentina tersebut, yang mencoba membuat sang uskup bertanggungjawab atas tindakan mereka di mana pun di seluruh dunia dan menjadi bukti bahwa Vatikan peka terhadap kemarahan meluas karena skandal berulang tersebut.

Mantan Uskup Agung berusia 66 tahun asal Polandia itu pernah menjadi “apostolic nuncio” atau Duta Besar Vatikan di Santo Domingo selama lima tahun sebelum ditarik kembali ke Roma pada tahun 2013 karena media lokal menuduhnya membayar anak laki-laki itu untuk melakukan adegan seksual.

Paus memerintahkan penyelidikan kriminal dan mantan Duta Besar Vatikan itu ditangkap pada September lalu dan ditahan di Vatikan. Ini pertama kalinya bagi negara kota itu menangkap seseorang dengan tuduhan pedofilia.

Setelah penangkapannya, para penyidik Vatikan menemukan berbagai materi pornografi anak di komputer milik si mantan Duta Besar.

Wesolowski telah dipecat oleh pengadilan Vatikan dan ini adalah kejadian yang sangat langka dan tanda betapa seriusnya gereja menindaklanjuti tuduhan tersebut.

Wesolowski diancam dengan kurungan hingga delapan tahun bila didapati bersalah menyiksa anak dan dua tahun untuk kepemilikan materi pornografi anak.

Sangat besar kemungkinkan pelaksanaan hukuman bakal dilakukan di Italia daripada di Vatikan.

Para pejabat terkait juga telah menyarankan agar dia diekstradisi ke Republik Dominika atau Polandia.

Dalam upayanya mengembalikan kredibilitas Katolik Roma

Setelah diterpa gelombang skandal seksual di seluruh dunia, pada 2013 Paus Franciskus memerintahkan agar hukum pidana Vatikan diterapkan terhadap semua pihak yang terlibat di mana pun mereka tinggal.

Pada bulan Juni, ia juga menyetujui pembentukan sebuah Pengadilan Vatikan yang mengadili uskup untuk tuduhan menutup-nutupi atau gagal mencegah terjadinya pelecehan seksual anak di bawah umur.

Sementara kelompok yang mewakili korban pelecehan oleh pemimpin agama menyambut baik sidang Wesolowski. Mereka tetap mengingatkan bahwa masih banyak lagi yang harus dilakukan untuk membersihkan gereja dan membasmi kezaliman.

Satu kelompok, BishopAccountability.org, mengatakan 79 uskup dituduh melakukan pelanggaran seksual, dan hanya empat yang sudah dipecat.

Paus tidak akan berada di Vatikan saat sidang Wesolowski dimulai. Ia mengunjungi tiga negara di Amerika Selatan dan membawa serta mayoritas media Vatikan.

“Penting melakukan ini dan saya sangat yakin tanggal yang dipilih cocok supaya tidak ada sirkus media sehari penuh tentang pengadilan itu,” kata Robert Mickens, pemimpin redaksi majalah Katolik “Pulse Global”.

Seorang pejabat Vatikan mengatakan sidang pada hari Sabtu diperkirakan akan menyangkut hal-hal yang sifatnya prosedural dan semua proses baru akan rampung dalam hitungan beberapa bulan ke depan.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.