Pdt. Petrus Agung Purnomo Telah Tiada, Komitmen Tetap Lanjutkan Hadirkan Kerajaan Injil

SEMARANG – Selasa (15/03/2015). Atas meninggalnya Pdt. Petrus Agung Purnomo, Gembala Sidang Jemaat JKI Holy Stadium Semarang, Romo Aloys Budi Purnomo Pr – Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang – tak hanya mengirimkan Karangan Bunga Belasungkawa, tetapi juga turut menghadiri Ibadat Pujian Penyembahan di hadirat Yesus Kristus bersama belasan ribu umat dan ratusan para pendeta di JKI Holy Stadium Semarang.

Pada pukul 18.30 WIB, Romo Budi yang sudah biasa keluar masuk JKI Marina  itu dalam rangka kerjasama ekumenis langsung menuju Green Room untuk menyalami para Pengurus JKI dan para pelayat lainnya menyampaikan belarasa.

Tepat pada pukul 19.00 WIB, Romo Budi langsung bergabung dengan belasan ribu jemaat yang sudah menyanyikan lagu-lagu pujian. Romo yang sudah sering melantunkan alunan saksofon di JKI Holy Stadium itu langsung dipersilahkan duduk berdampingan dengan Cornelius Sudharsono (83th), ayah dari mendiang Petrus Agung.

“Romo, saya siap melanjutkan kerja sama yang sudah dimulai anak saya, khususnya dalam hal pasar murah…” bisiknya.

Pada pukul 20.00-an WIB, hadir pula Romo Pejabat Uskup Keuskupan Agung Semarang, Romo FX Sukendar Pr bersama Romo AG Luhur Prihadi Pr. Hadir pula Romo Heru MSF – Pastor Paroki St. Mikael Semarang. Kehadiran kami merupakan ungkapan rasa terima kasih atas kerja sama baik selama ini dalam rangka ekumene, selain ungkapan belasungkawa.

Berbagai testimoni disampaikan. Tiba-tiba tanpa diduga, pemimpin Puji-pujian memanggil Romo Budi untuk memberikan testimoni atas nama Gereja Katolik. Pada kesempatan itu, Romo Budi membacakan saja puisi yang dibuatnya sesaat setelah mendengar kabar bahwa Pdt. Petrus Agung meninggal dunia.

In Memoriam Pdt. Petrus Agung Purnomo

pagi ini, sesudah mempersembahkan Perayaan Ekaristi

kubaca berita melalui whatsappku
bahwa Pendeta Petrus Agung Purnomo meninggal dunia
akibat serangan jantung semalam

kulangsung pastikan berita itu
seraya menghaturkan rasa duka belasungkawa
namun dalam iman, harapan dan kasih
bahwa Sahabatku Pendeta Petrus Agung Purnomo
berbahagia di Sorga

sejak tahun 2005 kami sudah bekerja sama
dalam suatu doa tanggal lima bulan lima dua ribu lima
kami berdoa bersama untuk kesejahteraan dunia
di GOR Citarum kala itu
bersama Evangelist Ibu Elisabeth

lalu sesudah itu
bersama para tokoh masyarakat Semarang
kami berfoto bersama dalam rangka Tahun Baru Imlek
untuk mengucapkan Selamat Tahun Baru
bagi Siapa saja yang merayakannya
atas inisiatif Budayawan Semawis
yang Sahabatku pula Harjanto Halim
kebetulan dalam pose itu
kami mengapit seluruh barisan para Tokoh itu
karena kami sama-sama bernama Purnomo
aku di paling kanan dan Beliau di paling kiri

sejak itulah
kerja sama demi kerja sama kami rajut
sebagai sesama murid Yesus Kristus
untuk mewujudkan kesejahteraan bersama
dalam rangka keagamaan, kebudayaan, dan kemanusiaan

antara lain
kami pernah bersama-sama menjadi pembicara
dalam acara kebudayaan di auditorium RRI Semarang
bersama Irwan Hidayat dan KH Mustofa Bisri
dalam sebuah forum yang indah penuh Barokah

terakhir kuberjumpa Beliau
adalah di Aula Makodam IV Diponegoro
dalam suatu Natalan Bersama Nusantara
demi kesejahteraan bangsa

terkejut aku mendengar kabar
bahwa Dikau berpulang ke Rumah Bapa
dengan begitu cepatnya

terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini
kuhaturkan Selamat Jalan Sahabat
berangkatlah menuju Rumah Bapa
dengan membawa tanda kemenangan-Nya
dalam Nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus
berbahagialah di Sorga!

Girlan Ungaran, 14.03.2016?

16 Maret 2016 - Berita - Pic 2

Seusai Ibadat, Romo Budi menyalami keluarga Petrus Agung, yakni istri dan ketiga anaknya. Kalimat yang mereka ucapkan sama, “Mari kita tetap lanjutkan kerja sama untuk menghadirkan Kerajaan Injil di dunia!”

Romo Budi pun meneguhkan dengan kutipan, “Semoga Allah yang memulai karya baik ini melalui dia, menyelesaikan dengan baik pula” (bdk Flp 1:6).

avatar Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Semarang (KAS), Ketua Komisi Hubungan Antaragama KAS, dan melayani tugas pastoral di Paroki Ungaran, Kab. Semarang. Pernah menjabat Rektor Seminari Tinggi Sinaksak di Pematang Siantar, Sumatra Utara dan gemar memainkan saksofon.

Sumber: Sesawi.net

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: