Paus Yohannes Paulus II dan Paus Yohannes XXIII akan Menjadi Santo

< ![endif]-->

Pope John Paul II

JALAN lapang menuju proses kanonisasi menjadi santo baru atas nama mendiang Beato Paus Yohannes Paulus II dan mendiang Paus Yohannes XIII kini terbuka sudah. Jumat (5/7/2013) pekan lalu, Tahta Suci resmi mengeluarkan dekrit –keputusan Paus—yang menyatakan kedua Paus tersebut dianggap ‘layak’ untuk mendapatkan beatifikasi dengan predikat ‘kudus’ alias santo.

Langkah Vatikan mengeluarkan dekrit ini sejak awal sudah bisa ditebak, setelah mendiang Paus Yohannes Paulus II dianggap layak mendapatkan predikat beato—satu langkah pendahuluan sebelum akhirnya dinobatkan menjadi santo (orang kudus). Bahkan, ketika paus berdarah Polandia ini wafat tahun 2005 pun, kerumunan pelayat sudah nyaring menyerukan agar paus fenomenal ini segera dinyatakan santo sebagaimana teriakan nyaring berbunyi “Santo subito”.

Jejak langkah menobatkan mendiang Paus Yohannes Paulus II menjadi beato dan kemudian akhirnya layak dianggap sebagai ‘orang kudus’ (santo) ini terbilang sangat cepat: hanya makan waktu 6 tahun sejak wafatnya. Padahal, proses beatifikasi untuk predikat beato dan tentu saja santo bisa makan waktu puluhan bahkan ratusan tahun.

Selain Paus Yohannes Paulus II, Vatikan melalui dekrit sama yang ditandatangani Paus Fransiskus juga menyatakan, mendiang Paus Yohannes XXIII juga akan dinobatkan Gereja sebagai ‘orang kudus’. Paus Yohannes XXIII adalah orang besar dalam sejarah Gereja modern. Beliaulah yang sejatinya menjadi pemrakarsa peristiwa iman dan dialog teologis paling krusial dalam dunia modern ini yakni Konsili Vatikan II.Paus Yohanes XXIII

Setelah mendeklarasikan perlunya diadakan Konsili Vatikan II, Paus Yohannes XXIII wafat dan inisiatif itu kemudian dilanjutkan oleh Paus Paulus VI.

Tradisi Gereja Katolik menerapkan setidak tiga langkah penting sebelumnya akhirnya seseorang yang dianggap ‘suci’ atau ‘saleh’ pada akhirnya layak menerima proses beatifikasi.

Langkah pertama adalah sebutan ‘venerable’ diberikan Vatikan untuk seseorang yang dianggap telah melakukan ‘pekerjaan-pekerjaan besar’ dalam Gereja.

Langkah kedua adalah kejadian atau peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan adanya mukjizat-mukjizat terkait dengan sosok yang oleh Gereja Semesta disebut ‘venerable’ itu.

Langkah ketiga adalah kanonisasi –pemberian predikat ‘orang kudus’—secara resmi oleh Gereja terhadap sosok yang ‘venerable’ dan layak disebut beato.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.