Paus Lakukan Eksorsime Usir Kuasa Setan dari Orang Sakit

< ![endif]-->

eksorsisme Paus

CUACA di Milan hari ini kembali mendung, setelah dalam beberapa hari ini Italia terpecah menjadi dua bagian. Cuaca di Utara sangat tidak mendukung “Primavera” alias Musim Semi dengan suhu rata-rata 15° Celsius, sementara di Selatan suhu mencapai 30° Celsius.

 

Kemarin  hujan es melanda sebagian wilayah Lombardia, dan kami dicengangkan oleh sebuah berita dari Piazza Santo Petrus di Vatikan.

 

Berita itu menyebutkan bahwa pada akhir Misa Pentakosta hari Minggu yang lalu, di Lapangan Santo Petrus, Bapa Suci Fransiskus diduga telah mendaraskan Doa Pembebasan dari Iblis atau sebuah eksorsisme yang sesungguhnya, saat ia meletakkan kedua tangannya di atas kepala seorang sakit.

 eksorsisme Paus ok

Beberapa ahli eksorsisme dari CEI (Konferensi Waligereja Italia), menurut pemberitaan dari Radio Maria Italia, mengakui kepada acara TV “Vade Retro” pada kanal TV2000 yang akan ditayangkan pada hari Jumat yang akan datang. Para ahli eksorsisme itu mengakui bahwa mereka tidak meragukan tentang kealamian dari tindakan Sri Paus, yang terjadi di Arco delle Campane, Vatikan.

 

Beberapa saat setelah mengakhiri Misa Kudus, Paus Fransiskus seperti biasanya berjalan mengunjungi orang-orang sakit yang mengikuti Misa. Sri Paus mendekati seorang pemuda sakit. Imam yang mendampingi pemuda itu mengenalkannya kepada Paus dan memohon doa baginya, yang saat itu tidak dapat dilakukan oleh Paus. Tetapi, ekspresi dari Paus Fransiskus berubah segera dan tiba-tiba. Sri Paus tampak penuh pikiran dan konsentrasi dan meletakkan kedua tangannya di atas kepada pemuda itu, mendaraskan doa dengan sungguh-sungguh sementara sang pemuda membuka lebar mulutnya dan menghembuskan nafas kelegaan.  

 

Menurut TV2000 (kanal televisi milik CEI), para ahli eksorsisme yang telah menyaksikan gambar-gambar dan video tersebut tidak meragukan lagi: apa yang dilakukan oleh Sri Paus adalah tindakan eksorsisme dengan mendaraskan Doa Pembebasan dari Iblis.

 

Namun, menurut Juru Bicara Vatikan, Pastur Federico Lombardi, itu “hanya sebuah doa biasa bagi seorang yang menderita”.

 

Lombardi melanjutkan, “Tetapi lain halnya apabila Paus telah mengucapkan formula doa ini: ‘Saya membebaskan kamu di dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus’. Dalam hal ini, karena dirinya seorang Paus, Wakil Kristus, ia kemungkinan telah dapat membebaskan orang itu segera dalam beberapa detik saja. Lagi pula, di hadapan Sri Paus, Setan selalu menjadi pengecut besar!”

 

Entah itu, sebuah eskorsisme atau bukan, Paus Fransiskus kemarin di dalam Misa harian di Casa Santa Marta mengatakan di dalam omili:

“Kita harus percaya kepada Yesus dan berdoa agar mampu melewati kepastian diri sendiri yg datang dari kurangnya Iman” dan ia bercerita tentang sebuah kejadian “miraculous” di Argentina dari seorang ayah yang berjuang di dalam doa-doanya kepada Tuhan Yesus bagi kesembuhan puterinya yang menurut dokter tidak dapat diselamatkan. Ayah itu dengan sisa uang yang ada padanya pergi ke sebuah Santuari yang berjarak 70 km, malam hari setibanya di Santuari -yang sudah tutup- ia berlutut dan tetap berlutut sepanjang malam, berjuang memohon pertolongan Tuhan bagi puterinya.

 

Pagi harinya, ia kembali ke Rumah Sakit di mana puterinya dirawat, melihat istrinya menangis tersedu-sedu berpikir telah terjadi hal yang paling buruk. Ternyata sang istri sambil menangis menceritakan bahwa puteri mereka telah selamat, semua gejala dan serangan yang dialaminya hilang total dan tim dokter tidak mampu menjelaskan bagaimana kesembuhan -yang tak masuk akal- itu bisa terjadi.

 

Paus: “Mukjizat-mukjizat terjadi jika kita percaya kepada Yesus”.

 

Tautan: http://www.youtube.com/watch?v=oZqvClqWAeo

 

 

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.