Paus: Kita Ini Pendosa, tapi Bangkitlah dan Berhentilah Jadi Pendosa

< ![endif]-->

“KITA semua adalah orang berdosa,” demikian kalimat awal sebuah homil yang dibawakan  Paus Fransiskus saat merayakan ekaristi di Paroki Santo Gregorius, Roma, awal April 2014 lalu.  

“Tetapi hidup kita jangan berhenti sebagai pendosa. Kita punya kekuatan untuk merasakan apa yang Yesus katakan kepada Lazarus yang sudah meninggal waktu itu. ‘Lazarus, bangkitlah!’. Hari ini saya mengajak Anda semua untuk merenung sejenak dalam hening, bagian mana jiwaku yang telah mati? Dimana makamku?”

“Angkatlah batu dari hatimu, dan izinkan Tuhan melakukan apa yang diserukanNya kepada Lazarus, ‘Bangkitlah!’ supaya hati kita disembuhkan, bangkit bersama Yesus.”

“Sebagai pendosa, setiap dari kita punya makam di dalam hatinya, yaitu suatu bagian yang perlu hidup yang baru. Ada yang punya banyak bagian yang mati sehingga menganggapnya sulit untuk dibebaskan. Kekuatan Yesus bisa membantu kita terlepas dari bagian yang mati tersebut,” tandas Paus.

Awas Copet!

Paus menyarankan setiap orang agar sudi meluangkan waktu sejenak untuk  membaca Injil. Untuk menyemangati umat, dia lalu membagi-bagikan Injil saku kepada semua yang hadir dalam misa tersebut. “Bawalah bersamamu dan bacalah sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Paus dengan rasa humornya melanjutkan, “Bacalah di bis, sambil duduk dengan nyaman. Tapi jangan terlalu nyaman, nanti kena copet!”

Setelah misa selesai, pastor paroki mewakili umat menyerahkan sebuah hadiah kecil kepada Paus berupa sebuah tas hitam kecil, serupa dengan tas yang biasa Paus gunakan ketika berpergian. “Ini adalah simbol bahwa ketika Paus menjinjing tas tersebut, dia membawa paroki kami  dalam imannya,” jelas pastor tersebut.

Beberapa jam sebelum misa dimulai, Paus telah berada di gereja untuk bertemu dengan anak-anak, kaum muda, orang-orang sakit, orang tua, pasangan muda, dan sebuah lembaga yang didedikasikan untuk membantu para mantan narapidana dan mantan pecandu narkoba hidup berintegrasi kembali dalam masyarakat.

Sumber: CNA

Photo credit: Paus Fransikus (Courtesy of Info Catholic & Le Figaro)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.