Paus Fransiskus: Menghina Saudaramu Sama Artinya dengan Membunuhnya

DALAM sebuah homili ekaristi  harian (12/6)  Paus Fransiskus bicara mengenai kasih persaudaraan sejati. Paus menjelaskan jika kita benar-benar mengasihi satu sama lain, kita perlu realistik dan bersedia berkompromi untuk menjaga perdamaian.

“Kita suka berpikir ‘jangan membunuh saudaramu’ dengan arti yang sederhana yaitu pembunuhan secara fisik; tetapi itu tidak benar , tidak membunuh berarti juga tidak menghina,” demikian kata Paus.

“Penghinaan berasal dari sumber yang sama dengan kejahatan yaitu kebencian,” tandas Uskup Kota Roma ini.

Mengacu kepada bacaan Injil tentang sabda Yesus yang menyatakan seseorang harus berdamai dengan saudaranya sebelum memberi persembahan ke altar, Paus mengingatkan bagaimana Yesus berpesan agar kita mencintai sesama kita, tetapi bukan dengan cara orang Farisi.

“Orang Farisi tidak mendasari diri pada kasih tetapi sikap ketidakpedulian terhadap sesamanya. Yesus mengajarkan tiga kriteria tentang kasih sejati,” urai Paus.

Tiga kriteria kasih sejati

Kriteria pertama, bersikap realis.

Jika kalian memiliki suatu persoalan yang tidak bisa diperbaiki, paling tidak carilah solusi komprominya. Coba mencari cara untuk sejalan dengan lawanmu ketika kalian sedang di perjalanan,” pesan Paus.

“Mungkin itu bukan hal yang ideal, tetapi suatu kompromi merupakan hal yang baik. Itulah sikap realis.”

Mencapai suatu kesepakatan adalah suatu hal yang baik, lanjut Paus.

“Seseorang harus membuat suatu kesepakatan – dan seseorang harus mengambil langkah, pihak yang berseberangan mengambil langkah lain juga maka setidaknya akan tercipta perdamaian: suatu perdamaian yang tidak sempurna, tetapi paling tidak ini adalah suatu kesepakatan perdamaian.”

“Yesus mengungkapkan kepada kita dan memuji kemampuan membuat kesepakatan antara kita serta mengatasi sikap ‘lebih suci dari Tuhan’ seperti yang dipraktekkan orang Farisi,” kemudian Paus menambahkan, “ketika kita membuat kompromi, kita menghentikan kebencian dan pertikaian.”

Kriteria kedua, koheren.

Paus memperingatkan kita bahwa berbicara buruk tentang seseorang itu sama halnya membunuhnya, karena aksi itu bersumber dari akar yang sama: kebencian. Bahkan bergosip dan menjuluki seseorang ‘bodoh’ juga termasuk membunuh orang tersebut.

“Jika kamu tidak membenci, dan kamu tidak mau membunuh musuhmu, saudaramu, maka janganlah menghina dia juga.”

Kriteria ketiga, persaudaraan.

“Kita tidak diperbolehkan untuk membunuh saudara kita karena kita berasal dari bapak yang sama. Kita tidak bisa pergi ke Bapa sebelum berdamai dengan saudara kita,” jelas Paus mengenai kriteria terakhir ini.

“Seseorang tidak bisa berbicara dengan Bapa jika dia tidak berbicara dengan salah satu saudaranya,” kata Paus,” dan ini berarti harus mengatasi sikap ‘lebih suci dari Tuhan’ yang diperagakan orang Farisi.”

“Ini hal yang tidak mudah! Tetapi, ini jalan yang diminta Yesus kepada kita untuk dilakukan.”

Menutupi homilinya, Paus berdoa agar kita bisa berdamai di antara kita, berkompromi, selalu koheren di dalam semangat persaudaraan yang berakar pada Bapa.

Sumber: CNA

Photo credit: Reuters

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.