Paus Berduka atas Pembunuhan Pastor Frans van der Lugt SJ di Siria

DALAM audiensi umum pada hari Kamis, 9 April 2014, Paus mengutarakan rasa dukanya yang mendalam atas tewasnya Pastor Frans di Homs, Siria. Paus menyerukan pemimpin di negara yang tengah bergolak tersebut untuk mengusahakan perdamaian dan menghormati martabat hidup manusia.

“Tolong letakkan semua senjatamu, dan sudahi kekerasan! Stop perang! Stop kehancuran!” seru Paus.

Dibunuh dengan kejam

Pastor Frans van der Lugt SJ, berusia 75 tahun, berasal dari Belanda. Ia  dipukul dan dibunuh dengan kejam oleh beberapa orang bersenjata di Homs pada tanggal 7 April 2014. Pastor Frans bertugas di sebuah paroki kecil yang hanya terdiri dari 30 umat di kota tua yang sudah dikepung rezim Siria selama dua tahun.

Fr Lugt SJ

Pastor Frans Van der Lugt SJ, Jesuit berdarah Belanda yang sudah lebih dari 50 tahun menjadi misionaris di Suriah; almarhum Pastor Van der Lught diculik oleh gerombolan bersenjata dan kemudian dieksekusi mati di depan rumah residensi SJ yang selama bulan-bulan terakhir ini menjadi tempat pengungsian bagi masyarakat setempat. (Ist)

Pastor yang telah bertugas sejak tahun 1967 itu merupakan seorang fisioterapis dan juga aktif dalam dialog antar agama. Pada tahun 1980, Pastor Frans membangun pusat spiritualitas di Homs sebagai rumah bagi 40 anak yang cacat mental.

Paus menggambarkan Pastor Frans sebagai seorang yang “selalu melakukan hal yang baik, dengan segala penuh syukur dan kasih” dan juga bahwa dia “dicintai dan dihormati baik umat Kristen maupun Islam.”

“Pembunuhan brutal terhadapnya sangat menyakitkan bagi saya dan membuat saya mengingat kembali orang-orang yang menderita dan mati di negeri martir tersebut – Siria! Negeri sudah terlalu lama diselimuti konflik berdarah yang mengakibatkan kematian dan kehancuran.”

Kematian Pastor Frans juga mengingatkan Paus akan orang-orang yang diculik, baik orang Kristen maupun Muslim, orang Siria maupun orang asing, termasuk di dalamnya uskup-uskup dan pastor-pastor.

“Marilah kita berdoa kepada Bapa agar mereka cepat dikembalikan kepada keluarga dan komunitas yang mencintainya,” doa Paus.

Paus mengimbau para pemimpin Siria untuk bekerja dan berdoa bagi perdamaian.

Paus juga mengharapkan mereka lebih menghormati martabat manusia, peduli terhadap rakyat yang memerlukan bantuan kemanusiaan dan mendoakan negeri itu mencapai perdamaian melalui dialog dan rekonsiliasi.

Juru bicara Vatikan Pastor Federico Lombardi  mengutarakan bahwa Pastor Frans meninggal sebagai orang yang cinta damai dan berlaku sangat berani di dalam situasi yang sulit dan teramat bahaya itu.

Mari kita berdoa untuk perdamaian dan perhentian pertikaian di Siria. RIP Pastor Frans van de Lugt SJ.

Sumber: CNA

Photo credit:

  • Jenazah Pastor Frans (Courtesy of Bettros Kasis’ Facebook page, Syrian Orthodox Patriarchate)
  • Pastor Frans di Homs (Courtesy of Catholic Herald)
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.