Paus Benediktus XVI: “Saya Bersyukur bisa Melihat Kembali Nemi setelah 47 tahun”

SAYA benar-benar bersyukur atas kesempatan untuk boleh melihat rumah di Nemi ini sekali lagi, setelah 47 tahun. Saya memiliki kenangan indah tentang rumah ini, mungkin yang paling mengesankan dari Konsili secara keseluruhan. Saat itu saya tinggal di pusat kota Roma, di Collegio Santa Maria dell’Anima dengan segala kebisingan. Ini juga bagus, tetapi tinggal di sini, dikelilingi oleh tanaman hijau, memiliki nafas alam, udara segar, itu sendiri merupakan hal yang indah. Juga saya boleh bergabung dengan para teolog besar, dengan tugas yang begitu penting dan indah untuk mempersiapkan sebuah Dekrit tentang Misi.

Pertama-tama, saya ingat, Superior Jenderal SVD saat itu, Pater Schütte, yang telah menderita di China, telah dihukum, lalu diusir; dia penuh semangat misionaris, kebutuhan untuk memberikan dorongan baru dengan semangat misionaris dan mengundang saya – seorang teolog yang sangat muda yang tidak penting – saya tidak tahu mengapa, tapi itu adalah sebuah hadiah besar bagi saya.

Lalu ada Fulton Sheen yang menakjubkan kami di malam hari dengan pembicaraannya; Pater Congar   (Kardinal Ordo Dominikan dan teolog terkemuka], para misiolog besar Louvain, dan sebagainya. Bagi saya, itu adalah sebuah kekayaan rohani, sebuah karunia yang besar.

Ad Gentes adalah sebuah dekrit tanpa kontroversi besar. Ada kontroversi ini bahwa saya tidak pernah benar-benar mengerti antara sekolah Louvain dan Münster: apakah tujuan utama dari misi adalah implantatio Ecclesiae atau annuntio Evangelii? Tapi semuanya bermuara pada sebuah dinamika yakni satu kebutuhan untuk membawa terang Firman Tuhan, cahaya kasih Allah kepada dunia dan memberikan sukacita baru untuk pewartaan kabar ini. 

Jadi, pada hari-hari itu lahir sebuah dekrit yang baik dan indah, hampir diterima secara bulat oleh semua Bapa Konsili dan yang, bagi saya, juga merupakan pelengkap yang sangat baik untuk dokumen Lumen Gentium, dalam mana kita menemukan Eklesiologi Trinitarian, yang terutama berangkat dari ide klasik yakni: bonum diffusivum sivi sui, artinya: kebaikan memiliki kebutuhan inheren untuk mengkomunikasikan diri, memberikan dirinya sendiri, dia tidak dapat tetap mandiri; hal yang baik atau kebaikan itu sendiri pada dasarnya adalah communicatio.

Dan itu sudah muncul dalam Misteri Trinitas dalam Allah dan dalam sejarah keselamatan dan kebutuhan kita untuk memberikan yang baik/kebaikan yang kita terima kepada orang lain.

Jadi, dengan memori ini saya sering mengenang hari-hari itu di Nemi, seperti yang saya katakan, adalah bagian penting dari Konsili untuk saya. Dan saya senang melihat bahwa Serikat Anda berkembang – Pater Superior Jenderal barusan menyinggung bahwa Serikat ini memiliki enam ribu-an anggota tersebar di banyak negara, berasal dari berbagai negara. Jelas bahwa dinamika misionaris tetap hidup, dan dia hanya hidup jika ada sukacita akan Injil, jika kita mengalami yang baik yang datang dari  Allah dan hal yang baik itu harus mengkomunikasikan dirinya sendiri. Terima kasih untuk dinamisme ini. 

Saya memohon berkat Tuhan untuk Kapitel ini dan juga memohon banyak inspirasi: semoga kekuatan yang sama, daya inspirasi dari Roh Kudus yang sama yang hampir tampak menemani kami selama hari-hari (di Nemi) itu, juga hadir lagi di antara Anda dan membantu Anda menemukan jalan Anda, baik untuk Serikat maupun untuk Misi Ad Gentes tahun-tahun mendatang. Terima kasih kepada Anda semua, Tuhan memberkati Anda. Berdoalah bagi saya, seperti saya juga berdoa untuk Anda. Terima kasih!“ 

Diterjemahkan dari naskah asli bahasa Italia oleh P. Markus Solo SVD di Roma

Artikel terkait: Paus Benediktus XVI Bernostalgia Kunjungi Wisma Ad Gentes SVD di Nemi (1)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.