Paus Benediktus XVI Bernostalgia Kunjungi Wisma Ad Gentes SVD di Nemi (1)

HARI Senin (atau Selasa waktu Indonesia—Red) ini, tanggal 9 Juli 2012, Sri Paus Benediktus XVI datang menyempatkan diri untuk mengunjungi Rumah Ad Gentes Serikat Sabda Allah (SVD) di Nemi. Kunjungan ini dilakukan Bapa Suci di tengah masa liburan musim panasnya di Castel Gandolfo yang beliau kunjungi sejak Selasa pekan lalu.

Castel Candolfo –rumah peristirahatan Paus selama musim panas—terletak sekitar 80-an kilometer ke arah gunung, di luar kota Roma. Sementara, Rumah Ad Gentes di Nemi hanya berjarak sekitar 1,5 km dari Castel Gandolfo.Sejak pertengahan Juni, SVD mengadakan Kapitel Jenderal di rumah Ad Gentes ini.

Pertemuan rapat besar dengan para peserta dari seluruh dunia ini berlangsung  hingga beberapa saat lalu dan berhasil memilih Superior Jenderal baru, Pastur P. Heinz Kulüke, 56 tahun, asal Jerman terpilih menjadi Pater Jenderal baru, setelah sebelumnya banyak berkarya di Filippina Selatan.

 

 

Sejak Konsili Vatikan II

Rumah Ad Gentes SVD Nemi menjadi penting karena semasa Konsili Vatikan II, Sri Paus Benediktus XVI, yang saat itu masih bernama Josef Ratzinger dan seorang teolog muda, telah diundang menjadi penasihat teologi selama berlangsung konsili, Tepatnya dari tanggal 29 Maret sampai 3 April 1965, beliau “menarik diri” ke rumah ini untuk berdiskusi secara intensif guna menyiapkan lahirnya dekrit Ad Gentes, sebuah dokumen Konsili Vatikan II tentang Misi. 

Menjelang penutupan Kapitel SVD, pimpinan SVD lama dan baru mengundang Sri Paus untuk memberkati rumah baru Ad Gentes dan memohon untuk memberkati jajaran pimpinan baru SVD dan semua peserta Kapitel yang berasal dari lima benua. 

Hari ini, sejak pukul 11.40 – 12.15 waktu Roma, Sri Paus diterima oleh sekitar 280 anggota SVD dari tiga komunitas di Roma dan para sahabat dekat. 

Saya sertakan di sini sambutan lisan Sri Paus dalam bahasa Italia dan telah saya terjemahkan untuk keperluan para pembaca di tanahair. (Bersambung

Artikel terkait: Paus Benediktus XVI: “Saya Bersyukur bisa Melihat Kembali Nemi setelah 47 tahun”

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.