“Paul Blart: Mall Cop 2”, Security Lebay

paul_blart_mall_cop_70951

KISAH film baru Paul Blart: Mall Cop 2 ini datar. Paul Blart (Kevin James) mendapat undangan untuk menghadiri konvensi para security guard mall di Las Vegas. Ia berangkat dengan anak putrinya, Maya Blart (Raini Rodriguez).

Pada kesempatan tinggal di hotel, Paul bertemu dengan rekan-rekannya dari aneka kota di Amerika. Selain itu, Maya berkenalan dengan Lane (David Henrie), petugas valet hotel. Mereka merasa suka satu sama lain. Tetapi rupanya Paul mengamati hal itu dan bertindak over protective dan reactive sehingga sering kali tindakannya justru mempermalukan anak gadisnya.

Kebetulan pada kesempatan konvensi tersebut, di hotel yang sama ada gerombolan jahat di bawah pimpinan Vincent Sofe (Neal McDonough) yang berencana mencuri semua barang seni yang ada di hotel tersebut baik itu patung, lukisan karya pelukis ternama, pahatan, guci, dan sebagainya.

Tanpa sengaja, Maya melihat aksi jahat Vincent dan kawan-kawan. Maya ditangkap oleh Vincent. Termasuk Lane juga ditahan oleh Vincent. Hal itulah yang memicu Paul tidak terima. Lalu mulailah aksi konyol Paul dengan teman-temannya.

Kekuatan motivasi
Paul sebenarnya memiliki kemampuan yang pas-pasan. Ia terkenal banyak omong dan pamer gaya. Selain itu ia mempunyai masalah dengan kadar gula. Namun ia memaksakan diri untuk beraksi.

Ia berkata pada Vincent, “Karena kamu ambil hal yang berharga dariku, maka aku akan ambilsuatu yang berharga darimu.” Maya kini adalah satu-satunya yang ia miliki karena istrinya telah cerai darinya. Ibunya telah meninggal karena kecelakaan. Apa yang akan terjadi bila Maya diambil dari hidupnya?

Paul tak ingin kehilangan anak semata wayangnya. Itulah motivasi yang mendorong ia mati-matian berusaha membebaskan Maya. Inilah hal yang mengagumkan dari film ini. Maya menjadi motive dalam diri Paul. Rasa sayangnya kepada Maya membuat Paul seolah-olah mendapat energi dan keberanian untuk menghadapi maut. Ia menjadi kreatif dalam menyelesaikan persoalan.

Dan memang akhirnya, walau dengan keterbatasan dalam soal kemampuan dan juga persenjataan, Paul yang dibantu oleh rekan-rekannya bisa mendapatkan kembali Maya. Sekaligus membongkar kejahatan Vincent dan komplotannya yang mencuri karya seni dari hotel tersebut.

Hanya konyol
Kalau mau dikatakan film ini lucu, sebenarnya tidak begitu. Lebih tepatnya konyol. Lebih spesifiknya tokoh utama yakni Paul Blart terlalu lebay. Paul dalam film sekuelnya Paul Blart: Mall Cop 2 lebih banyak menyuguhkan adegan-adegan bodoh seperti menabrak kaca, jatuh, disepak kuda, ditampar anak dst. Intinya, ia mengalami peristiwa-peristiwa yang kurang beruntung alias sial. Namun bisa jadi kisah-kisah sial itulah yang hendak dijual oleh film produksi Columbia Pictures, sekaligus memberi penghargaan kepada para security guard.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.