Paroki Tyas Dalem Kroya Genap Sembilan Tahun

Paroki-Kroya-2

BERKAH  Dalem,

Tepat pada tanggal 3 Desember ini, Paroki Tyas Dalem Kroya berusia 9 tahun. Panitia ulang tahun yang sekaligus digabung dengan kepanitiaan Natal menyelenggarakan acara ulang tahun yaitu Perayaan Syukur dalam ekaristi pada hari Rabu, 3 Desember di gereja paroki.

Sebelumnya, didahului dengan novena HUT paroki. Novena ini dilaksanakan tiap hari mulai tanggal 24 November pk 17.30 di gereja paroki, kecuali hari Minggu, 30 November dilaksanakan berbarengan dengan ekaristi hari Minggu.

Untuk menyemarakkan novena ini tiap lingkungan dan stasi mendapat jatah tugas litrurgi baik dari koor, lektor maupun misdinar dan prodiakon. Ini terjadi pada novena paroki kali ini. Kendati ada lingkungan stasi yang personilnya kurang, tetapi tugas tersebut dapat dilaksanakan.

Parade puisi dan tumpengan

Untuk memuncaki ulang tahun ini dilaksanakan misa yang dipimpin oleh romo paroki bersama Romo Teguh Budiarto. Misa dimulai pk 17.00. Parade puisi Sembilan personil dengan berbagai warna dan corak pakaian yang hendak menggambarkan keanekaragaman umat. Puisi ini dibawakan oleh anak-anak OMK yang sebagian besar mengenyam pendidikan di SMAN 1 Kroya. Guru pendamping agama, yang juga koordinator kepanitiaan, yang mengkonsep parade puisi tersebut.

Begitu parade puisi selesai, perarakan petugas liturgi dengan diiringi tarian memasuki gereja. Kali ini melibatkan semua unsur dari lingkungan dan stasi. Kor dari Stasi Maos, tarian dari Stasi Adipala, among tamu dan tatip dari para ketua stasi dan pasangannya. Selain ini, tiap lingkungan dan stasi membawa nasi bungkus dengan jumlah yang telah ditentukan panitia. Nasi tumpeng juga disiapkan untuk acara akhir.

Dalam kesempatan misa syukur tersebut, para romo ikut mengungkapkan rasa syukur atas ulang tahun paroki dengan tembang ala “walang kekek” yang digubah kata-katanya. Selanjuntya Romo Teguh tidak kalah serunya dengan OMK, maka membacakan puisi hasil permenungan tentang Paroki Tyas Dalem.

Sementara romo paroki menyinggungg keberadaan paroki dengan jumlah umat yang bisa dihitung namun dinamis dalam corak dan semangat menggereja dengan menegaskan “non multa sed multum”, bukan banyaknya melainkan mutunya.

Diharapkan mutu tersebut semakin terpelihara berkat kebersamaan dalam menghidupi iman baik dalam kancah paroki maupun di tengah masyarakat. Kehadiran umat baik sebagai guru, karyawan, petani, pedagang memiliki kekuatan dan pengaruh menggembirakan dunia sebagaimana diteladankan St Fransiskus Xaverius yang diperingati pada tanggal tersebut.

Sebelum akhir misa, ada sambutan dari ketua panitia HUT yang sekaligus panitia Natal dan romo paroki. Lalu dilakukan pemotongan tumpeng.

Doa tumpeng oleh Romo Teguh dan berkat oleh romo paroki. Potongan tumpeng diserahkan kepada generasi muda sebagai perlambang suatu harapan kualitas hidup yang terus maju dalam kehidupan iman umat. Tumpeng diberikan kepada dirigen kor, Sdri Kingkin, yang mengenyam pendidikan SMP Maos. Setelah berkat, umat menuju depan gereja untuk menikmati makan bersama nasi bungkus dan tumpeng. Menu telor, tempe kering dan sayuran menjadi isi utama nasi bungkus tersebut.

Ikut memeriahkan juga ikan mujaher hasil pancingan romo paroki, siang hari. Hujan deras yang mengguyur, begitu misa selesai menambah kesyahduan kebersamaan. Tenda yang dipasang di depan gereja dapat menampung umat yang hadir memenuhi gedung dalam gereja saat ekaristi.

Meski dalam keterbatasan, kebersamaan ini makin disyukuri. Roti ultah yang disumbang oleh umat juga dipotong dan dibagikan kepada anak-anak kecil yang hadir.

Dirgahayu Paroki Tyas Dalem Kroya yang kesembilan. Moga makin tumbuh dalam iman.

Kredit foto: Ilustrasi saat Paroki Kroya merayakan HUT-nya ke-8

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. kotbah ttg non multa sed multum
  2. tyas dalem kroya
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: