Panti Asuhan Kasih Sepanjang Masa, Karya Baru Suster FMMI di Sidareja

< ![endif]-->

KAMIS, 12 September 2013 menjadi hari dan tanggal bersejarah bagi para suster FMMI (Fransiskanes Misionaris Maria Imaculata). Pada hari dan tanggal itu, di kapel Novisiat Susteran FMMI,ada 2 postulan menerimakan jubah dan memasuki masa novisiat, serta 1 novis mengucapkan kaul pertama.

 

Perayaan ekaristi dipimpin oleh Romo V. Suranto selaku pastur Paroki St. Yoseph Sidareja bersama saya dan Romo Felisiano dari Paroki Maubesi, Keuskupan  Dili, Timur Leste.

 

Hadir pada misa tersebut para suster FMMI dari Timor, Kawunganten, dan 2 suster PBHK.

 

Sore harinya, Bapak Uskup Diosis Purwokerto berkenan memberkati gedung bangunan panti asuhan “Kasih Sepanjang Masa”.

 

Dalam homilinya, Mgr. Sunarko mengambil spiritualitas Fransiskus Assisi yang merupakan semangat dari para suster FMMI. Mgr. Sunarko memberikan semangat kepada para suster FMMI berupa slogan: “Maju Tak Gentar Membela yang Benar. Maju Serentak Membela yang Terpijak”.

 

Menyemarakkan hajatan peresmian panti asuhan ini adalah segenap umat Paroki St. Yoseph Sidareja  dimana Bapak Uskup sendiri berkenan memimpin perayaan ekaristi bersama  Pastur Kepala Paroki Romo V. Suranto, Romo Parjono, Romo Dody Kurniawan, Romo Felisioano dari Maubesi di Timor Leste dan penulis.

 

Usai  Ekaristi, Suster Agatha memberikan santunan kepada 50 anak Yatim Piatu se-Kecamatan Sidareja.

Pernak-pernik pemberkatan

Sebelum berlangsung acara pemberkatan dan peresmian panti, terlihat suasana semarak di sekitar gedung baru ini. Di depan panti sudah terpasang tratag bertenda. Ketua  Pantiya pembangunan adalah Bapak Drs. Parsiyan MM, anggota DPRD Cilacap dan Direktur SMK Yos Sudarso Sidareja.

 

Sekarang ini sudah ada ada 2 Suster FMMI berkarya di Maubesi .

 

Umat dari Sidareja kota  dan beberapa stasi hadir sekitar 150 orang. Koor dari lingkungan St. Agustinus.

 

Setelah homili dilaksanakan pemberkatan dengan cara uskup KP menguapkan doa pemberkatan (tempat tidur, ruang makan, toilet,aula,salib dan benda-benda rohani.).

 

Beberapa pekan sebelumnya, gedung lain untuk keperluan formasi para suster sudah terlebih dahulu diberkati oleh RomoAgustinus Handoko MSC.

 

Pemercikan air suci ke kamar-kamar dilakukan oleh Rama Suranto dan Rama Christy Mahendra.

 

Setelah Ekaristi selesai diadakan acara ramah tamah sebentar antara lain sambutan dari Bapak Drs. Parsiyan MM, Ketua Pembangunan Panti Asuhan. Disebutkan,  para tetangga RT/RW sudah diundang slametan dengan kenduri hari sebelumnya dan masyrakarat sekitar  merasa senang dan menerima adanya Panti Asuhan ini. Ikut tampil naik ke panggung penampilan anak-anak yatin piatu dari desa Sidareja (yang khusus dihadirkan  sekitar 50 anak). Anak-anak itu tinggal di rumah masing-masing. Mereka diperkenalkan kepada para tamu.

 

Sesudahnya, Suster Agatha FMMI (Pimpinan FMMI)  memberikan “santunan” kepada anak-anak yatim piatu berwujud amplop berisi uang Rp 50 ribu. Mereka nampak tersenyum-senyum gembira.

 

Baru setelah itu ada kata sambutan dari uskup KP  yang mengungkapkan  rasa senang atas adanya Panti Asuhan di Sidareja. Uskup juga mengaajak para Suster FMMI maju ke depan umat dan memperkanlan satu persatu; mulai dari yang paling tua sampai para novisnya serta postulan- termasuk juga Sr Hilaria (Kawunganten)) dan Sr. Yoanita yang masih di Medan untuk  menyeleseaikan urusan tesis S2. Total semua ada 16 orang.

 

Uskup meyampaikan gelora profisiat kepada para Suster FMMI Fransiskanes Misionaris Maria Imakulata  untuk selalu berlindung kepada Bunda Maria dan Fransiskus Asisi dengan semboyan “Maju tak gentar membela yang benar, Maju serentak menolong yang terinjak”.

Photo credit: Peresmian Panti Asuhan Kasih Sepanjang Masa (ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.