Pantang Mundur

PENDUDUK Nazaret meremehkan Yesus dan menolak Dia karena status sosial yang disandangNya. Mereka tidak dapat menerima kenyataan bahwa Yesus yang dikenal dengan berbagai mukjizatNya, berasal dari kalangan bawah; Ia hanya anak seorang tukang kayu. Namun demikian, meskipun mengalami penolakan yang menyakitkan; Yesus tetap melanjutkan karyaNya untuk mewartakan kabar sukacita.

Banyak orang yang mempunyai kecenderungan untuk memberi penilaian secara subyektif. Mereka berpikiran sempit, hanya memandang penampilan lahiriah dan latar belakang seseorang tanpa memperhitungkan keunggulan atau potensi yang dimilikinya.

Jangan jadikan hal ini sebagai penghambat bagi kita untuk berkarya bagi Tuhan. Karena kemana pun kita pergi, pasti kita akan menemui orang-orang dengan karakter seperti ini.

Teladani sikap Yesus yang pantang menyerah kendati dipandang sebelah mata dan ditolak oleh masyarakat tempat kelahiranNya. Jadikan berbagai pengalaman pahit yang kita temui, sebagai batu loncatan untuk melangkah maju. Tetaplah tekun dan setia menjalankan tugas yang dipercayakan olehNya, Ia pasti akan membimbing dan membuka jalan bagi kita.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: