Panggilan Tuhan: Menguasai Bumi Beserta Isinya

Ayat bacaan: Kejadian 1:26
========================
“Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

menguasai bumi

Setujukah anda jika dikatakan bumi yang kita diami saat ini sudah semakin tua? Seperti itulah memang kenyataannya. Begitu banyak masalah yang mulai timbul seperti bencana alam, es di kutub yang terus mencair, bahkan global warming menjadi sebuah masalah besar yang mampu menimbulkan malapetaka jika tidak cepat disikapi. Jangankan nanti, saat ini saja sudah banyak dampak yang timbul akibat global warming ini. Bumi semakin panas, perubahan cuaca sangat ekstrim dan sebagainya, dan itulah kenyataannya yang kita hadapi dari hari ke hari. Bumi memang semakin tua. Tetapi bukankah salah kita juga yang tidak mau memelihara bumi dengan baik sejak awal? Pencemaran lingkungan dari berbagai segi terus terjadi. Kecenderungan manusia mementingkan diri sendiri dan tidak mempedulikan kerusakan lingkungan berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya. Manusia terus bersifat destruktif. Bagaimana dengan hewan? Sama saja. Semakin hari semakin banyak hewan yang terus terancam punah, bahkan tidak sedikit yang sudah tercatat punah sama sekali.

Jika ada banyak manusia yang bingung mengenai apa tujuan mereka ada di muka bumi ini, salah satunya ternyata sudah dilanggar dengan berbagai hal di atas. Lihatlah ketika Tuhan menciptakan manusia buat kali pertama. Di sana “job description” buat kita sudah jelas disebutkan oleh Tuhan sendiri. “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:26). Tugas ini semakin dipertegas dalam ayat selanjutnya: “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (ay 28). Berkuasalah atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, atas ternak, atas binatang melata yang merayap di darat, atas seluruh bumi beserta isinya. Bukan cuma berkuasa, tapi juga dikatakan taklukkan alias tundukkan. Itu panggilan buat kita. Pesan Tuhan ini penting, tetapi sayangnya apa yang kita lakukan justru bertolak belakang dari apa yang menjadi panggilan bagi kita sesungguhnya dari Tuhan.

Begitu banyak orang yang menyalah artikan “menguasai dan menaklukkan” ini. Mereka mengira bahwa menguasai berarti mempergunakan segala sesuatu untuk kepentingan diri sendiri seenak hati saja tanpa mempedulikan dampak yang ditimbulkan. Kata berkuasa dan menaklukkan diartikan sebagai menghabiskan tanpa tanggung jawab. Padahal seharusnya tidak seperti itu. Seharusnya menguasai dan menaklukkan ini berkaitan erat dengan tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan apa yang telah dititipkan Tuhan kepada kita. Bukankah Tuhan sudah berkata bahwa segala yang diciptakanNya itu baik adanya? (Kejadian 1:12). Semua yang ada di muka bumi ini adalah milik Tuhan, dan itu bisa kita baca dalam Mazmur 24:1 yang berbunyi: “Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.” Dan kepada kita diberi otoritas untuk menguasainya seperti yang kita baca dalam Kejadian 1 ayat 26 dan 28 tadi. Artinya Tuhan memberi otoritas kepada kita untuk menentukan bagaimana masa depan bumi ini kelak. Apakah menjadi semakin hancur, atau tetap indah seperti apa yang diinginkan Tuhan ketika Dia menciptakan sejak awal, semua itu tergantung kita.

Bacalah Mazmur 104 maka kita akan mendapatkan bagaimana keindahan alam itu diciptakan Tuhan secara luarbiasa. Dan semua itu merupakan karya nyata Tuhan, sebuah bukti kebesaran Tuhan yang tidak dapat disangkal. Dalam surat Roma kita baca “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.” (Roma 1:20). Alangkah keterlaluannya kita merusak apa yang diciptakan dengan baik oleh Tuhan, padahal kita sejak awal sudah dipanggil untuk menguasai dan menaklukkan bumi beserta isinya, artinya menjaga kelestarian, keindahan dan kesinambungan hidup segala mahluk hidup di bumi.

Seperti yang kita baca kemarin, firman Tuhan berkata “Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.” (1 Tesalonika 4:7). Bukan mencemarkan lingkungan, tetapi melakukan segala sesuatu yang kudus yang berkenan di mata Tuhan. Menghancurkan lingkungan dan merusak bumi jelas tidak termasuk di dalamnya. Lebih lanjut lagi kita bisa melihat sebuah ayat pada surat Efesus, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10). Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus, untuk melakukan pekerjaan baik, sesuai dengan apa yang telah direncanakan Allah sejak awal. Ini yang seharusnya menguasai pola pikir kita, dan bukan sebaliknya.

Kerusakan memang telah terjadi dan butuh bertahun-tahun untuk memperbaikinya, itupun jika seluruh manusia di bumi ini mau bersatu secara kompak untuk mulai melakukan hal itu. Tetapi ingatlah bahwa meski kita hanya sebagian yang sangat kecil dari komunitas dunia, kita tetap bisa mulai melakukan sesuatu. Mungkin dari halaman kita, dari lingkungan kita, dan biarlah itu menjadi awal dari sebuah pergerakan kepedulian lingkungan yang akan terus membesar. Salah satu panggilan Tuhan yang penting adalah untuk menguasai dan menaklukkan bumi beserta isinya, menjaga kelestarian dan keindahannya agar bisa dinikmati oleh anak cucu kita kelak. Mulailah dari sekarang. You can make a change.


Bumi beserta isinya merupakan ciptaan Tuhan yang baik dan kita diberi otoritas untuk menjaganya

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.