“Oz the Great and Powerful”, “Goodness” Lebih Mulia Dibanding “Greatness”

< ![endif]-->

Oz-poster1

DALAM seni pertunjukan –terutama sulap–  publik penonton tentu saja akan mahfum oleh hiburan bermodalkan kecepatan gerak, trik, dan pengalihan atensi orang dari satu objek ke objek lainnya. Hasilnya, tempik sorak membahana di depan panggung.

 

Itulah hari-hari indah  Oscar Diggs (James Franco), pesulap kesohor  di Kansas tahun 1930-an yang mengadu nasib peruntungan di atas panggung hiburan dalam kelompok sirkus keliling.

 

Namun, sekali waktu garis peruntungan Oscar menjadi buntu, ketika dia tak terkutik oleh ketidakmampuannya meladeni permohonan gadis cilik yang lumpuh agar bisa pulih kembali dan berjalan normal. Maka, seketika itu juga kepercayaan publik yang selama bertahun-tahun terbangun oleh kemampuannya menjalankan tiga mantra sulap yakni kecepatan gerak, trik, dan distraksi atensi langsung runtuh. 

 

Dari depan panggung, amarah penonton memuncak hingga akhirnya Oscar terpaksa melarikan diri dengan balon udara.

Oz_the_great_and_powerful_wicked 

The Land of Oz

Oscar pun terdampar di sebuah negeri indah antah berantah yang beruntai dengan mutu manikam, pepohonan indah, bunga-bunga riang, warna-warni alam yang serba indah, natural, dan damai. Di ujung sana sudah menunggu gadis manis putri raja bernama Theodora (Mila Kunis) dan ternyata dunia indah antah berantah ini punya identitas diri yakni The Land of Oz.

 

Kedatangan Oscar Diggs di Land of Oz bagaikan berkat berlimpah bagi Theodora, seorang gadis dengan kemampuan sihir.  Sudah bertahun-tahun, kata Theodora mengutip kitab primbon lokal,  The Land of Oz memang tengah merindukan kedatangan seorang pesihir hebat yang akan menjadi ‘dewa penyelamat’. Harapan itu pun membuncah indah, ketika Oscar Diggs tanpa sengaja terdampar di situ setelah balon udaranya dihantam badai udara.

 

Don Juan gombale mukiya

Dasar seorang don juan sejati, alih-alih berani jujur bahwa dirinya hanya seorang pesulap keliling, ternyata Oscar malah mengangkat dirinya terlalu tinggi: pesihir hebat dengan tingkat kelihaian supra natural yang hebat pula. Ini pula yang menyebabkan Theodoro akhirnya jatuh hati.

 oz-the-great-and-powerful.png

Tapi roman picisan ini tak berlangsung lama, setelah Evanora (Rachel Weisz) mengarang cerita bahwa Oscar pun menaruh hati terhadapnya dan siap meninggalkan Evanora sendirian.  Perjalanan Oscar melakoni drama cinta juga tak lama, karena dia diperdaya oleh Evanora untuk melenyapkan pesihir perempuan bernama Glinda.

 

Dalam perjalanan menuju Istana di Emerald City inilah, Oscar dipertemukan dengan Gadis China (Joey King) yang pecah kakinya, namun bisa disambung kembali dengan lem. Jauh sebelumnya, Ocar juga dipertemukan dengan monyet  terbang mungil yang berjuluk Finley (Zach Braff). Kedua mahkluk mungil ini menjadi sahabat setianya, saat Oscar harus membantu Glinda merebut kembali tahta Emerald City dari kungkungan pengaruh tiran Evanora dan semua bala kurawanya.

 

It’s magic!

Teknik sulap itulah yang menyelamatkan Emerald City dari kaki tangan busuk Evanora yang jahat dan ambisius.  Sekali lagi, dengan bantuan para pemikir dan para kurcaci setianya, Oscar Diggs pun berhasil mengelabuhi lawan dengan bantuan permainan sulap yang diakomodir menjadi semacam serangan massif dengan efek magic.  Ya hanya tiga hal penting itu –seperti ilmu sulap pada umumnya—kecepatan gerak, distraksi atensi, dan teknik mengolah trik.

 james-franco-oz-great-and-powerful

Singkat  cerita, Emerald City berhasil dikuasai kembali dan Evanora terusir dari Land of Oz dengan gigi gemericik karena kalah dan rasa malu.

 

Ketika kehidupan masyarakat di Land of Oz menjadi pulih kembali dan Emerald City sudah kembali ke tangan masyarakat local, tiba-tiba saja muncul pertanyaan mulia dari Glinda –pesihir baik hati—ketika sudah pada saatnya harus menanting (member ultimatum cinta) Oscar Diggs.

 

Greatness vs Goodness

Mana yang lebih penting dalam hidup manusia, kalau harus memulai dari pertanyaan eksistensial ini:  “greatness” atau “goodness”.

 

Orang boleh saja populer, hebat akan kemampuannya, dan cerdas. Namun, apakah dengan segala kemewahan duniawi itu, dia juga bahagia? Lain halnya, kalau orang bisa berbuat kebaikan dan kebaikan itu membuat orang lain bahagia,maka hidup orang pun menjadi lebih bermakna bagi dirinya sendiri dan orang lain.

 

Inilah arti kehidupan yang indah, bahagia, dan tentu saja bermakna. Kita hidup ya hanya mengejar urusan kayak begini: bahagia.

 

Popularitas dan harta akan tertinggal mati, seiring dengan tubuh kita yang renta untuk diistirahatkan di sebuah ‘kotak’ tercebur di tanah bernama liang lahat.

 

Di situ harta menjadi tak bernyawa. Yang abadi adalah kebahagiaan itu sendiri.

 

Dan film anak-anak bertitel Oz the Great and Powerful ini bicara tentang makna hidup yang dalam melalui ilustrasi musik, panorama indah, dan cerita negeri antah berantah namun yang digarap super hebat oleh Studio Walt Disney.

 

Hasilnya, film ini bagus secara artistik.  Tontonan layar lebar yang tidak hanya  bisa membuat orang dewasa pun terpingkal kagum. Lebih dari itu, penonton diajak mengolah spiritualitas hidupnya melalui perbuatan baik, hidup lurus-lurus saja, dan melakukan goodness daripada mengejar greatness.

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.