Orang Muda Katolik Mesti Membawa Musim Semi bagi Gereja

Uskup Purwokerto Mgr. J Sunarka (tengah), RD Antonius Haryanto (kanan) / Foto : Dok. Komkep KWI

ORANG Muda Katolik adalah orang-orang yang diberkati seperti juga Yesus. Sejak usia 12 tahun , sebagai orang muda Yesus telah menemukan jati dirinya, bahwa hidupnya bersama Allah. Dan di usia 30 tahun, Yesus menetapkan langkah untuk menjadi orang yang diutus menggerakkan banyak orang.

Demikian disampaikan Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) RD Antonius Haryanto dalam misa pembukaan Purwokerto Diocese Youth Day (PDYD) 2015 di Gereja Katedral Kristus Raja, Keuskupan Purwokerto, Kamis (25/6/2015).

Karena itu, kata Romo Hary, orang muda hendaknya membawa musim semi bagi gereja, diberkati untuk berbagi.

Menjadi orang muda yang menggerakkan, lanjut Romo yang dikenal energik ini tidak perlu muluk-muluk. Banyak hal yang bisa dilakukan meski sederhana dan kecil namun bisa menggerakkan dan membantu banyak orang. Menjadi sahabat, mau berkorban bagi orang lain, mau dipecah dan membagi diri, menjadi misionaris bagi orang lain dan berbagai hal-hal sederhana itu adalah contoh sederhana.

Sama seperti Yesus yang menengadah ke langit, mengucap berkat lalu memecah-mecahkan roti serta memberikan kepada para muridnya supaya dibagi-bagikan kepada banyak orang. Demikian juga OMK harus melakukan hal yang sama.

“Ada harapan besar pada orang muda. Orang muda musim semi bagi gereja dan masyarakat. Kebangkitan besar telah mereka mulai. Ada fajar terbit dari orang-orang muda Purwokerto yang penuh semangat, energi dan mimpi besar. Ada kekompakan jaringan terbangun dan arah ke depan yang terus dirajut.” ujar Romo Hary memberi kesan atas PDYD 2015 kali ini.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.