Orang Bijaksana Rajin Mendengar dan Belajar

Ayat bacaan: Amsal 1:5
=================
“The wise also will hear and increase in learning, and the person of understanding will acquire skill and attain to sound counsel [so that he may be able to steer his course rightly]” (English Ampilified)

Seorang presiden di negara manapun tentu tidak bisa memimpin sendirian. Mereka butuh pembantu-pembantu, baik menteri maupun kepala berbagai jawatan atau dewan penasihat agar bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Raja pun demikian, mereka biasanya punya tim penasihat yang memberi masukan setiap diperlukan. Tidak ada seorang pun yang menguasai seluruh bidang, tahu segalanya. Agar keputusan-keputusan bisa diambil dengan bijaksana, mereka butuh mendengar dari orang lain terlebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu. Pemimpin yang bijaksana bahkan perlu mendengar suara rakyatnya agar tahu apa yang terjadi di bawah, apa yang menjadi keluhan dan kesulitan mereka. Dalam bekerja pun kita sebaiknya seperti itu. Kita tidak boleh berhenti belajar baik dari literatur maupun narasumber atau orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Belajar lewat membaca dan mendengar akan membuat kita semakin tahu dan dengan demikian tentu semakin bijaksana.

Kalau anda lihat gambar-gambar kartun orang yang bijaksana, kebanyakan akan memakai tokoh orang tua yang terlihat kalem, lembut dan senyum. Tokoh tua biasanya dipilih karena mereka sudah banyak makan asam garam dalam hidup, bukan sekedar melalui tapi terus belajar sepanjang perjalanannya itu. Karena itulah wajah mereka terlihat teduh. Wajah orang yang bijaksana akan terlihat berbeda dengan yang tidak. Tidak akan ada riak emosi, wajah panik, cemas, tegang dan sejenisnya. Dan orang pun biasanya akan suka berada dekat mereka.

Mau jadi orang bijaksana? Salomo bilang mendengarlah dan teruslah meningkatkan kerinduan untuk belajar. Meski anda orang yang berpendidikan, teruslah mendengar agar memperoleh bahan pertimbangan. Orang yang bijaksana hendaknya kaya dengan bahan pertimbangan dan tidak terlalu cepat menyimpulkan sesuatu hanya menurut pendapatnya sendiri. “baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan-“ (Amsal 1:5). Dalam versi bahasa Inggris amplifiednya dikatakan “The wise also will hear and increase in learning, and the person of understanding will acquire skill and attain to sound counsel [so that he may be able to steer his course rightly]”. Orang yang bijaksana akan mendengar dan terus belajar, dan orang yang berpengertian akan mengembangkan kemampuan dan memiliki pertimbangan, sehingga ia bisa mengarahkan tujuannya dengan benar. Ada banyak orang yang bingung menentukan masa depannya, kemana mereka harus melangkah, jurusan apa yang harus ia ambil sesuai talenta dan panggilannya. Salah langkah, maka akan banyak waktu terbuang sia-sia dan akan menderita banyak kerugian, baik rugi waktu, tenaga, uang, dan sebagainya. Selain itu  masih ada begitu banyak hal yang belum kita ketahui, yang dapat menambah pengetahuan kita akan segala sesuatu, dan akhirnya bisa menjadikan kita sebagai orang dengan wawasan pemikiran luas serta bijaksana.

Orang yang bijaksana dalam menghadapi masalah mampu melihat dari berbagai sisi dengan lebih tenang. Kita seringkali hanya ingin mendapat jawaban yang cepat, tapi sesungguhnya untuk membuat hidup menjadi lebih kuat, kita membutuhkan lebih banyak lagi hikmat yang bisa kita peroleh dengan banyak mendengar dan mau tetap belajar. Tidak ada orang yang sudah tahu segalanya. Kita masih harus terus belajar selama kita masih mampu untuk itu. Jangan pernah gengsi untuk bertanya kepada orang lain. Kemudian dengarkan lawan bicara dengan baik, dan berilah kesempatan pada mereka untuk mengungkapkan ide, pola pikir, kebiasaan, pengalaman, nasihat, tips, trik dan lain-lain.

Ada kalanya kita perlu menyampaikan pendapat, ada kalanya kita harus memberi kesempatan pada orang lain untuk berbicara dan mendengar mereka baik-baik. Di saat kita diam dan mendengar, disana kita menghargai mereka dan memiliki kesempatan untuk menyerap dan memahami hal-hal baru. Memasang gengsi terlalu tinggi atau bersikap sok tahu hanya akan merugikan kita sendiri. Terhadap suara Tuhan pun demikian. Jangan berdoa hanya satu arah, hanya menjadikan doa sebagai sarana untuk menyampaikan berbagai keinginan dan permintaan ini-itu saja, tapi pakailah doa sebagai saat-saat indah dalam hubungan dengan Tuhan, dimana kita mendengarkan apa kata Tuhan, pesan, nasihat maupun teguran dengan hati yang lapang. “…”Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!” (Ibrani 4:7).

Kitab Amsal sendiri berisi begitu banyak hikmat yang masih sangat-sangat relevan hingga hari ini. Baca dan renungkan baik-baik, karena Salomo sudah mengingatkan itu diperlukan “untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak.” (Amsal 1:6). Kita perlu membaca atau mendengarnya secara serius agar bisa mengerti atau menyelami arti-arti yang tersembunyi di dalamnya.

Ingatlah bahwa sesungguhnya Tuhan terus berbicara mengingatkan diri kita agar jangan sampai tersesat dan terjatuh. Jangan sampai kita lalai,melewatkan banyak kesempatan untuk bertumbuh dan menjadi orang bebal. “Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.” (Amsal 1:32). Mau menjadi orang bijak atau bijaksana? Banyak-banyaklah mendengar dan jangan berhenti belajar.

Orang bijaksana suka mendengar masukan dan pertimbangan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.