OMK, Bukan Orang Muda Kerupuk Melempem!

Kerupuk. Tentu semua orang tahu dan menyukai kerupuk dari orang dewasa sampai anak-anak. Kerupuk enak dimakan entah sebagai lauk atau cemilan tanpa makanan pelengkap lain. Rasanya renyah dan garing tetapi kalau disimpan telalu tentu akan melempem.

Begitu pula dengan Orang Muda Katolik saat ini. Bila Anda, kita lebih menyukai kegiatan yang sifatnya sementara, sebut saja hura-hura sekadar asyik dan menyenangkan apa bedanya dengan orang muda lainnya?

Sebagai Orang Muda Katolik (OMK) tentu kita harus berbeda dengan orang-orang muda yang lainnya. Diharapkan kita mempunyai sesuatu yang berbeda. Kegiatan pelayanan dan kebersamaan dalam komunitas gereja rasanya menjawab persoalan itu karena itulah tujuan dibentuknya Orang Muda Katolik.

Terlalu lama menyimpan talenta dan kreativias yang sudah Tuhan berikan bukanlah yang diharapkan dari OMK. Sayang bila hal ini terjadi. Seperti sekaleng kerupuk yang enak tetapi disimpan terlalu lama pada akhirnya melempem. Sebab itu sebaiknya talenta yang Tuhan berikan kita bagikan dan dipecahkan untuk orang di sekitar melalui berbagai macam kegiatan.

Dinamika OMK di Paroki Santa Maria De Fatima tempat saya bergaul saat ini dalam beberapa tahun belakangan ini sudah mulai kembali tumbuh dan berkembang dengan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan seperti rekoleksi, bakti sosial, pendalaman iman, rosario dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan di paroki lainnya.

Ini tentu sangat menggembirakan karena beberapa tahun sebelumnya dengan segala upaya para pengurus wilayah maupun lingkungan serta seksi kepemudaan mencoba untuk membangkitkan kembali OMK. Meski tidak gampang dan perlu proses, semuanya berhasil dilewati.

Dengan semakin banyak kegiatan yang dilaksanakan tentu ini bisa menjadi modal pengalaman bagi kami kelak ketika pada waktunya menjadi pengurus lingkungan maupun paroki. Untuk itu sangat diharapkan mulai sekarang kita mau terlibat dan ambil bagian baik dalam kegiatan lingkungan maupun dalam struktur pengurus Lingkungan.

OMK merupakan usia estafet kepemimpinan. Kita harus menyadari bahwa suatu saat kita akan melanjutkan karya di wilayah paroki masing-masing. Sangat diharapakan pengalaman yang didapatkan di paroki dapat dikembangkan atau diimplementasikan di lingkungan sehingga lingkungan –lingkungan dapat lebih tumbuh dan berkembang sebagai komunitas basis sebagaimana harapan kita semua.

Dengan demikian OMK tidak lagi menjadi orang muda kerupuk tapi benar-benar menjadi Orang Muda Katolik yang menyadari diri sebagai bagian dari gereja dan harus terlibat dalam setiap karya pelayanan yang ada, baik di paroki maupun di wilayah maisng-masing.

Dengan penuh semangat dan percaya bahwa Tuhan akan selalu menyertai dan  senantiasa berusaha memberikan yang terbaik kepada Umat sehingga nama Tuhan dapat semakin dimuliakan di dunia ini.

Photo credit: Ilustrasi (Mathias Hariyadi)

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.