“Oblivion”, Meretas Kembali Memori untuk Selamatkan Bumi

< ![endif]-->

oblivion-movie-directed by Joseph Kosinski

BULAN dan berikutnya bumi boleh hilang, tapi jangan sampai memori manusia ikut hanyut hilang ditelan badai penyerbuan mahkluk alien bernama Scavengers (Scav) alias pemangsa bangkai. Di Indonesia, kata itu cocok untuk menyebut kaum pemulung sampah.

Dikasting harus menyelamatkan bumi dan sumber mata air yang nyaris porak-poranda karena serbuan kaum pemangsa bangkai, duet serdadu bernama Jack Harper (Tom Cruise) bersama operator sekaligus pacarnya Victoria (Andrea Riseborough) rela mendiami stasiun di angkasa guna memonitor situasi.

Sally berkuasa di dalam dan luar angkasa

Mereka bekerja di bawah kendali dan perintah seorang perempuan perkasa bernama Sally (Melissa Leo). Melalui jaringan komunikasi canggih, duet ‘penjaga bumi’ ini berkomunikasi dan menjalankan tugasnya mengontrol agar para robot penangkal pemangsa bangkai bisa bekerja secara optimal.

Jack Harper dan rekannya Victoria hidup pada masa tahun 2073. Namun, kenangan lama  akan hidupnya di masa lampau –terutama ketika bertemu seorang pemudi bernama Julia di New York—tetap saja terngiang-ngiang di benak Jack. Memori masa lampau inilah yang sebenarnya menjadi kunci jalinan informasi manusia pada tahun 2073 dengan umat manusia masa kini.

Berkat memori itulah, Jack tanpa sengaja menemukan “jasad” Julia (Olga Kurylenko) yang terkapar sekarat di sebuah lahan ngarai. Di tempat itu pula, Jack bertemu dengan Malcom Beech (Morgan Freeman), pejuang gagah berani yang setia menjaga planet bumi dari sergapan makluk-makhluk alien.

Astronot pulang kampung

Beech berkepentingan menyandera Jack, karena sebagai austronot Jack punya kemampuan untuk merancang-bangun robot-robot pesawat tanpa awak (drone). Pada kelihaian membunuh drone inilah, kelangsungan planet bumi akan terpelihara. Singkat cerita, dari lawan akhirnya Jack menjadi kawan seperjuangan Beech untuk menaklukan pengendali ruang angkasa yang berkepentingan memusnahkan bumi dan segala isinya.

Oblivion-Movie-BannerTet adalah nama stasiun angkasa dimana Sally duduk dan berkuasa.

Namun seiring dengan kembali memori ke dalam ingatan sadar Jack dan Julia, Tet dan Sally yang sebelumnya menjadi tuan dan komandan kali ini menjadi buruan. Jack dibantu Beech menerbangkan pesawat canggih memasuki orbit bumi dan akhirnya dengan selamat masuk ke ‘bilik’ stasiun ruang angkasa dimana Sally berkuasa.

Dalam sekejap musnahlah Sally berikut statiun ruang angkasanya. Dalam sekejap pula, para penonton dibuat sadar, bahwa film Oblivion besutan sutradara  Josepg Kosinski ini benar-benar science-fiction sarat bermuatan adegan-adegan high-tech semata. Logika lengser dari kepala manusia, namun suara hati tetap tinggal di hati.

Memori manusia

Itulah sebabnya, meski jalinan cerita Oblivion serba tak terduga alias alur cerita tak jelas namun niatan Jack menyelamatkan bumi dari serbuan mahkluk alien tetap enak dipandang. Suara hati bergabung jadi satu dengan memori hingga niatan menaklukkan semua alien dan Sally menjadi kenyataan.

Yang menarik dari Oblivion tentu saja ya hanya itu: masih adanya suara hati manusia untuk tetap mencintai bumi. Karena itu, drone harus dikuasai dan dikendalikan tidak hanya oleh akal budi melainkan juga nurani manusia.

Nurani manusia baru bisa hidup dan bekerja secara efektif, kalau memori manusia bangkit dari tidur panjangnya. Oblivion adalah kisah memori manusia yang terkubur panjang, namun kemudian bangkit karena urgensi harus menyelamatkan spesies ciptaan paling bermartabat di planet bumi ini: manusia.

Makanya, Julia dan anaknya pun bergembira menyambut pasukan Jack Harper di “Taman Eden” setelah sekian lama menunggu dan menunggu…

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.