“Now You See Me”, Menggangsir Bank dengan Sulap

Pengantar Redaksi

Resensi film berjudul Now You See Me ini sudah pernah kami tayangkan hampir dua tahun lalu, namun karena terjadi error di jaringan, maka naskah resensi tersebut hilang dari portal berita katolik asuhan para mantan Jesuit Indonesia ini. Dengan ini, naskah tersebut kami tayangkan kembali untuk bisa melihat perspektif lain dengan lahirnya film lanjutannya Now You See Me 2.

———————-

DALAM dunia sulap, ada tiga hal penting yang mutlak harus terjadi dalam adegan trick untuk ‘memperdaya’ orang lain. Ketiga hal itu adalah unsur kepercayaan, kecepatan mengalihkan perhatian penonton (distraction), dan kelihaian serta kecepatan melakukan trick yakni ‘menipu’ penonton demi sebuah pertunjukan hiburan. Namun, empat sekawan tukang sulap profesional dengan nama panggung The Four Horsemen sangat piawai memanipulasi ketiga hal tersebut untuk sebuah tujuan lain, yakni menumpuk kekayaan.

Caranya dengan menggangsir brankas sebuah bank di Paris. Kali ini, mereka melakukan teknik perampokan bank itu di atas panggung pertunjukan sulap. Dan semua orang dibuat jadi terkesima oleh keempat anggota The Four Horsemen yakni Daniel Atlas (Jesse Eisenberg), Henley Reeves (Isla Fisher), Jack Wilder (Dave Franco) and Merritt McKinney (Woody Harrelson).

Mereka tampil ke panggung atas jasa Arthur Tressler (Michael Caine), bos besar sebuah perusahaan asuransi.

Dendam sejarah

Namun ada satu orang yang tidak mau terperdaya oleh segala macam trick mainan The Four Horsemen ini. Dia adalah Thaddeus Bradley (Morgan Freeman) yang sejak dari sono-nya sangat berambisi ingin  ‘menguliti’ para tukang sulap profesional dan menjual rahasia tipu daya tukang sulap ke media demi segepok uang.

Di pihak lain, Dyland Rhodes (Mark Ruffalo) –seorang agen FBI–  dibuat kesal dan kewalahan oleh ulah The Four Horsemen. Juga Alma Vargas (Mélanie Laurent) –seorang anggota Interpol dari Paris– yang juga berkepentingan membuka jejak rahasia kelompok The Four Horsemen ini. Mereka dibuat keki, terlebih setelah komplotan pesulap-penggarong bank ini  berhasil menggangsir brankas bank di Paris dan kemudian ‘menerbangkan’ uang hasil curian  tersebut ke atas panggung permainan sulap di Las Vegas.

Sekali lagi, dalam dunia sulap ada satu kata ajaib yang tak pernah dilupakan: adakadabra dan wuzz….wuzz maka terjadilah apa yang mereka inginkan. Jauh-jauh hari sebelum mereka naik ke panggung pentas sulap di Las Vegas, kelompok The Four Horsemen itu sudah lari duluan ke Paris dan menyaru diri sebagai petugas bank untuk kemudian menggarong brankas tersebut.

Jadi, keunggulannya adalah ‘menghadirkan’ sebuah peristiwa masa lampau di masa sekarang dengan teknik sulap dan hipnotisme.

now_you_see_me_ver4Para pendukung utama film cerdas “Now You See Me” (Ist)

Namun, itu semua tak menggoyahkan Bradley yang ingin menelanjangi ‘kejahatan’ sulap The Four Horsemen hingga sekali waktu dia sampai pada kesimpulan: Pasti ada orang kelima dalam komplotan sulap ini yang menjadi ‘agen’ untuk melakukan penyamaran dan menjadi aktor di balik skenario perampokan fantastik tersebut. Termasuk, ketika The Four Horsemen berhasil menggarong di depan ribuan penonton brankas milik Arthur Tressler dan kemudian menyuntikkan dana hasil rampokan itu ke sejumlah rekening penonton dalam waktu real time real show.

Baru di ujung film, semua menjadi jelas: agen FBI Dyland Rhodes ternyata justru orang kelima dalam kelompok The Four Horsemen ini. Mereka menggarong Tressler karena dendam sejarah. Ayah Rhodes tewas kecelakaan dan klaim asuransinya tidak dibayar oleh Tressler.

Lalu apa yang istimewa dalam Now You See Me ini?

Jelas, film ini berbobot lantaran skenario ceritanya yang fantastis. Karakter masing-masing pemeran tukang sulapnya superb! Ada punya aksen bahasa Inggris sangat khas, ada yang sedikit urakan, ada yang cerdas membaca ‘isi pikiran’ orang dan tentu saja agen FBI yang sekali waktu tampak bloon karena memang mengkasting dirinya seperti itu.

Now-You-See-Me-now-you-see-me-34798393-1600-1200Enigma, teka-teki cerdas dalam “Now You See Me”

Ini film cerdas dan digarap dengan sangat serius dengan tingkat kerumitan jalan pikir para penyulap yang sedemikian cepat arus ceritanya hingga kadang tak mudah diikuti nalar.

Melanie LaurentMelanie Laurent

Namun, justru di sini kehebatan film garapan sutradara Perancis Louis Leterrier. Belum lagi kalau harus bicara cantiknya sosok seorang Parisienne –Mélanie Laurent—sang pemeran agen Vargas. Terutama ketika dia membiarkan rambut blonde-nya tergerai liar saat bercengkerama di atas Le Pont de Neuf di Sungai Seine.

Sungguh, Mélanie Laurent ini sekali waktu mengingatkan kita pada  sosok Catherine Deneuve –La Marianne—simbol keindahan perempuan Perancis yang selalu diwarnai dengan ciri très chic, fabouleuse, et mignone!

avatar Co-founder dan chief editor Sesawi.Net; Konsultan Media & Communication di lembaga internasional mhariyadi@sesawi.net, mathias.hariyadi@gmail.com

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.