Nikodemus (2)

(sambungan)

Kita tidak tahu apa alasan yang sebenarnya mengenai kedatangan Nikodemus menemui Yesus. Tapi itu semua tidaklah penting. Apa yang penting untuk kita lihat adalah keinginannya untuk menegnal Yesus secara pribadi. Ia belum mengetahui siapa Yesus sebenarnya, segala tentang Yesus masih gelap baginya, dan ia ingin menyingkapkan kegelapan itu dan mengenal kebenaran yang membawa terang. Kedatangan Nikodemus menemui Yesus menunjukkan dengan jelas kerinduannya untuk mengenal Yesus lebih jauh secara langsung, bukan dari kata orang, bukan dari pengamatan dari jauh saja. Nikodemus tahu bahwa Yesus berbeda dari manusia lainnya. “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” (3:2). Tanda-tanda yang dilakukan Yesus, sejauh pengamatannya dan dari apa yang didengarnya sudah menunjukkan sesuatu yang jelas berbeda. Tapi ia tidak ingin berhenti sampai disitu saja. Ia rindu untuk mengenal Yesus secara pribadi, secara dekat, secara langsung, secara nyata. Bagaimana reaksi Yesus? Ternyata Yesus melayani kunjungannya dengan baik meski tidak pada jam normal.

Sebagai pemimpin agama Yahudi, Nikodemus sebenarnya tidak perlu untuk datang menjumpai Yesus. Ia sudah menjadi pemimpin, dan kita tahu seperti apa sifat orang Farisi rata-rata. Nikodemus bisa
saja cuek, ia bisa saja memilih untuk berpegang pada statusnya dan menjaga wibawanya. Ia bisa memilih atau memutuskan untuk tidak peduli dan terus menjalankan hidupnya untuk selalu sesuai dengan Taurat. Tapi nyatanya Nikodemus menyingkirkan itu semua dan memilih untuk datang menjumpai Yesus. Pertemuannya dengan Yesus sesungguhnya telah menariknya keluar dari kegelapan untuk masuk ke dalam Terang dunia, the Light of the world. Itu adalah sebuah pilihan dan keputusan yang tepat, karena jika kita berjalan mengikutiNya, kita tidak akan berjalan dalam kegelapan lagi melainkan memiliki terang dalam hidup. “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12).

Yesus sudah memanggil kita keluar dari kegelapan untuk masuk ke dalam terangNya yang ajaib. Dalam surat Petrus dikatakan: “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” (1 Petrus 2:9). Disamping itu, Yesus juga sudah menjanjikan bahwa barangsiapa yang percaya padaNya tidak akan tinggal dalam kegelapan lagi. “Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.” (Yohanes 12:46).

Oleh karena itu kita selayaknya bersyukur bahwa kita punya Allah yang luar biasa yang akan senantiasa siap menarik kita keluar dari kegelapan untuk masuk ke dalam terangNya. Itu tidak mengenal waktu. Tidak peduli kapan, Tuhan akan selalu dengan senang hati membuka diriNya untuk kita kenal, sehingga kita bisa membangun hubungan yang karib dan intim denganNya. Meski anda pernah melenceng, Tuhan selalu bersedia untuk menerima kita kembali dan mengijinkan kita untuk mengenalNya lebih jauh secara pribadi. Setiap saat, setiap waktu, tangan Tuhan selalu terbuka untuk menyambut kita dengan lemah lembut. Dia bahkan rindu untuk kita kenal. Tapi untuk bisa melakukan itu kita harus mau menyingkirkan hal-hal duniawi yang bisa merintangi langkah kita untuk mengenal Tuhan. Apakah itu ego pribadi, wibawa, status, popularitas, harga diri di mata orang lain, semua ini bisa menghambat kita untuk mengenal Tuhan secara pribadi.

Firman Tuhan berkata: “apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati” (Yeremia 29:13). Semudah itu? Yes, it’s actually as simple as that. Yang dibutuhkan adalah kemauan atau kerinduan kita untuk mengenalNya secara lebih jauh dan lebih dekat. Jika kita memiliki kerinduan itu, maka dia akan selalu membuka diriNya untuk menerima kita bahkan siap untuk menyingkapkan segala rahasia Kerajaan Surga kepada kita. (Matius 13:11). Nikodemus memutuskan untuk melakukannya dan ia mendapatkannya. Agar lebih lengkap, saya menganjurkan anda untuk membaca percakapan antara Nikodemus dengan Yesus yang tertulis dalam Yohanes 3:1-21. Kalau Nikodemus mengambil keputusan itu, bagaimana dengan kita? Dari kisah ini kita tahu bahwa Tuhan berkenan untuk kita temui kapan saja. Tidak ada waktu khusus dan batasan jumlah tertentu untuk itu. Datanglah pada Tuhan, kapan saja, dimana saja, mari kenali Tuhan lebih lagi. Meski dalam keadaan tergelap sekalipun dalam hidup kita, Tuhan selalu siap untuk mengangkat kita masuk ke dalam terangNya jika kita mau datang kepadaNya dan rindu untuk mengenal Tuhan lebih dalam lagi.

Penenalan akan Tuhan tidak mengenal waktu

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.