Nikodemus (1)

Ayat bacaan: Yohanes 3:1-2
=======================
“Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”

Untuk bisa menjadi guru atau pengajar yang baik tidaklah mudah. Seringkali pekerjaan yang tampaknya sederhana ini menyita waktu, lebih dari standar jam mengajar. Mengapa? Karena ada banyak siswa yang masih terlalu asing dengan dunia yang akan mereka masuki sehingga jika anda ingin menjadi guru yang baik, anda perlu membuka wawasannya agar bisa lebih mengenal seluk beluk dari apa yang mereka pelajari. Itu tidak akan cukup kalau hanya didasarkan pada jam mengajar saja. Ini bukan masalah bagi orang yang hanya sekedar berprofesi sebagai pengajar tanpa kerinduan untuk memberi yang terbaik bagi masa depan siswanya. Tapi bagi yang menjalaninya sebagai panggilan dengan kerinduan seperti itu, para pengajar seharusnya bisa memberi waktu lebih kepada para siswanya. Itu akan membuka cakrawala pemikiran mereka sehingga mereka akan mengerti tujuan mereka belajar dan kemana dan untuk apa mereka nantinya akan mengarahkan ilmunya.

Tak kenal maka tak sayang. Itu kata peribahasa kita yang sudah sangat sering kita dengar. Akan sulit bagi kita untuk bisa menyayangi seseorang tanpa mengenal mereka secara baik terlebih dahulu. Bagaimana cara anda untuk bisa mengenal seseorang? Ada banyak cara, tapi intinya tentu anda harus membangun hubungan terlebih dahulu dengan mereka. Disana anda akan bisa mengerti sifat-sifatnya, mengenal pribadinya dengan baik dan dari sana anda kedekatan baru akan terbangun. Tentu sulit bagi kita untuk bisa mengenal pribadi seseorang yang baru saja kita kenal bukan? Pengenalan akan Tuhan pun sama. Kita hanya akan meraba-raba seperti apa Tuhan itu sebenarnya kalau kita tidak membangun hubungan yang baik denganNya. Kita mungkin hanya mengandalkan kata orang, dengar dari kotbah atau berbagai bacaan, dan itu bukanlah pengenalan secara pribadi. Tuhan baik, itu kata orang. Tuhan panjang sabar, itu kata orang. How can we know who God is without establishing good connection/relationship with Him?

Pertanyaan berikutnya: apakah Tuhan terlalu sibuk sehingga enggan berhubungan dengan kita? Apakah membangun hubungan dengan Tuhan merupakan hal yang sangat sulit atau hampir-hampir tidak mungkin? Faktanya tidak seperti itu. Firman Tuhan sudah mengatakan: “TUHAN beserta dengan kamu bilamana kamu beserta dengan Dia. Bilamana kamu mencari-Nya, Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi bilamana kamu meninggalkan-Nya, kamu akan ditinggalkan-Nya.” (2 Tawarikh 15:2). Tuhan Yesus sendiri mengatakan “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Matius 7:7). Itu artinya, apabila hubungan dengan Tuhan masih belum terbangun, masalahnya ada pada kita. Apakah kita sudah serius mencariNya untuk membangun sebuah kedekatan yang baik? Apakah kita mengandalkan Tuhan dalam setiap permasalahan yang kita hadapi? Apakah kita sudah bersyukur atas segala kebaikan dariNya selama ini? Ini adalah hal sederhana yang sering luput dari pemikiran kita. Kita terlalu sering hanya fokus kepada dunia beserta segala persoalan di dalamnya sehingga lupa untuk membangun hubungan dengan Bapa yang mengasihi ciptaanNya, terlebih kita yang dibuat serupa dengan gambar dan rupaNya.tolonganNya, Dia tetap bersedia mendengarkan kita.

Mari kita lihat sedikit kisah tentang Nikodemus. Kisah tentang Nikodemus dicatat dengan jelas oleh Yohanes. “Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” (Yohanes 3:1-2). Yohanes mengatakan: “Ia datang pada waktu malam kepada Yesus..” (Yohanes 3:2). Kita bisa melihat hal yang aneh dari ayat ini. Mengapa Nikodemus harus datang malam-malam? Mungkin ia sibuk bekerja di siang hari dan hanya punya waktu pada malam hari. Atau mungkin ia tidak ingin menimbulkan polemik di kalangan orang-orang Farisi sehingga dirinya bisa bermasalah. Nikodemus bukanlah orang biasa-biasa saja. Dengan jelas dikatakan bahwa statusnya adalah sebagai seorang pemimpin agama Yahudi. (ay 1). Masa seorang guru besar, seorang pemimpin pergi merendahkan dirinya untuk menemui seseorang? Maka sebagian orang berpendapat bahwa ia memilih waktu gelap agar tidak ketahuan. Mungkin pula, Nikodemus menganggap bahwa malam hari adalah saat yang lebih tepat, karena suasana lebih senyap dan minim gangguan sekitar yang bisa membuyarkan konsentrasi, atau ia memang tidak ingin mengganggu pelayanan Yesus sehingga datang pada waktu yang relatif lebih santai. Kedatangannya memang bukan di jam normal, sehingga setiap kali Yohanes menyinggung tentang Nikodemus, ia selalu menghubungkannya dengan waktu kedatangan Nikodemus yang aneh ini. “Nicodemus, who came to Jesus before at night” (7:50,Amplified Bible), “And Nicodemus also, who first had come to Jesus by night.” (19:39). “Nikodemus yang itu lho… yang datang malam-malam menemui Yesus..” kira-kira seperti itu kata Yohanes tentang Nikodemus pemimpin agama Yahudi, orang Farisi.

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.