New Dawn, New Hope

Ayat bacaan: Ratapan 3:23
======================
“selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”

tahun baru 2010, harapan baru, janji Tuhan

Begitu cepatnya waktu berlalu. Ini adalah hari terakhir tahun 2009, dan besok kita akan disambut sinar mentari pagi di tahun 2010. Bagaimana pandangan anda menyambut tahun yang baru? Tahun 2009 dimulai dalam kondisi yang sulit. Krisis global menimpa dunia. Banyak perusahaan besar yang tadinya dianggap sangat kuat ternyata tumbang. Banyak orang yang semakin kesulitan dalam hidup yang terus semakin berat. Harga meningkat naik sementara pendapatan masih sama, jika tidak menurun. Dan itu berlanjut sepanjang tahun 2009. Berkaca dari pengalaman sepanjang tahun 2009, mungkin mudah bagi kita untuk berkata bahwa 2010 tidak akan menjadi lebih baik malah kemungkinan besar akan semakin sulit. Apakah anda berpikir seperti itu? Jika ya, berhentilah segera. Pikiran pesimis seperti itu bukanlah realita karena kita belum bisa melihat apa yang terjadi di depan. Pikiran seperti itu hanyalah akan membuat kita menjadi lemah, akan menyurutkan semangat kita dan akhirnya kehilangan sukacita. Bentuk pandangan demikian tidak akan membawa manfaat apapun yang baik buat kita. Hari ini saya diingatkan oleh sebuah ayat yang sungguh sangat indah. “selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”(Ratapan 3:23).

The new dawn is coming. Pagi nanti ketika kita membuka mata, kita akan disambut oleh secercah cahaya matahari di tahun yang baru. Bagi saya, tahun baru adalah awal yang baru. New dawn, new hope. Mengapa demikian? Sebab Tuhan sendiri menjanjikan bahwa kasih setia Tuhan, His compassion, mercy and loving-kindness, akan selalu baru setiap pagi. His tender compassions never fail, always more than enough for us all. Bersama terbitnya matahari pagi Tuhan menyapa kita dengan kasih setia dan rahmatNya yang melimpah. Dan itu terus Dia lakukan setiap pagi tanpa henti. Jika demikian, mengapa kita harus takut menatap datangnya tahun yang baru? Kasih Tuhan yang baru akan pula menyertai kita memasuki tahun yang baru ini.

Apa yang membuat kita gampang patah semangat sesungguhnya adalah ketika kita mengarahkan pandangan hanya kepada hal-hal buruk yang terjadi sepanjang tahun kemarin. Jika kita terus mengisi pikiran kita dengan hal-hal buruk seperti itu, tidaklah heran jika kita akan khawatir pula memasuki tahun yang baru. Padahal Tuhan sudah mengingatkan kita sebaliknya, agar selalu memusatkan pikiran kepada “semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji.” (Filipi 4:8). Tapi seringkali kita lebih suka menenggelamkan diri kita kepada hal-hal yang akan mudah menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan dalam hidup kita. Seringkali orang akan lebih mudah untuk melihat hal negatif sebaliknya sulit menangkap hal positif dari apapun yang mereka lihat, alami atau rasakan. Jauh sebelumnya Tuhan sudah mengingatkan bahwa “orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.” (2 Timotius 3:13). Dunia pada kenyataannya memang akan semakin sulit dan semakin jahat. Dan jika kita berhenti sampai disitu, memusatkan pikiran kita kepada semua itu, maka ketakutanlah yang akan menguasai kita. Jika anda terus membaca berita-berita kriminal, ekonomi dan lainnya yang cenderung negatif, mengapa tidak menggantinya dengan membaca firman Tuhan yang mengandung kebenaran dan keselamatan?

Pemazmur sudah mengetahui kuncinya sejak dahulu kala. “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.” (Mazmur 62:2). Pemazmur kemudian melanjutkan “Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.” (ay 6). Kita hanya bisa tenang ketika kita dekat dengan Allah, sebab dariNyalah keselamatan dan harapan itu datang. Bukan dari kehebatan, kekuatan atau ketangguhan diri kita sendiri. Karena semua itu berasal dari Tuhan, jelas kita harus dekat kepadaNya agar bisa terus meletakkan harapan dan keselamatan, dan bisa hidup tenang meski situasi di dunia semakin sulit. Dunia boleh gonjang ganjing, tapi Tuhan akan bertindak seperti gunung batu dan keselamatan, kota benteng dan perlindungan. Rock and Salvation, Defense and Fortress, sehingga kita tidak akan goyah. (ay 7). Pemazmur tahu itu. Dan ia mengingatkan kita “Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.” (ay 9).

Memasuki tahun yang baru, mulailah merubah pola hidup sejak sekarang. Mendekatlah lebih lagi kepada Tuhan, Sang Pemberi segalanya. Luangkan waktu yang cukup untuk bersekutu denganNya, mendengar suaraNya dan menikmati hadiratNya yang kudus. Jangan malah sebaliknya, semakin mati-matian berjuang dengan kekuatan sendiri dan menomorduakan hubungan dengan Tuhan karena terlalu sibuk dan tidak lagi punya waktu. Jika Pemazmur dahulu kala sudah mengetahui kuncinya, hari ini kita pun bisa menikmati apa yang ia nikmati pada masa itu dengan kunci yang sama pula. Sebab sesungguhnya Tuhan tidak pernah berubah. Dia selalu sama dulu, sekarang dan sampai selamanya. (Ibrani 13:8). Dan inilah kata Pemazmur: “Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.” (Mazmur 100:5). Ya, Tuhan itu baik dan setia dari generasi ke generasi. Jika Pemazmur mengalaminya, kita pun bisa mengalaminya hari ini.

Sekalipun hidup menjadi lebih sulit kelak, itu bukan berarti bahwa kita harus kehilangan sukacita maupun kedamaian kita. Kuncinya, dekatlah senantiasa dengan Tuhan. “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai. Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi. Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur. TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub.” (Mazmur 46:2-8). Bumi boleh jungkir balik, dunia boleh terguncang dan bergejolak, namun Tuhan menjanjikan bahwa siapapun yang berada dekat dengan Allah tidak akan terguncangkan. Dan ini janji Tuhan. Apa yang kita terima sebagai anugerah dari Tuhan sesungguhnya adalah kerajaan yang tidak tergoncangkan. “Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.” (Ibrani 12:28).

Mari kita sambut tahun yang baru dengan penuh ucapan syukur. Mari kita songsong hari depan yang penuh harapan. Mari kita bersukacita menyambut datangnya hari baru, dimana berkat Tuhan yang baru pagi nanti pun tercurah buat kita semua. Buanglah semua rasa pesimis, khawatir, ragu atau takut untuk memasuki tahun yang baru dan gantilah dengan kepercayaan penuh dengan janji-janji Tuhan. Teruslah lebih dekat padaNya dan terimalah pertolongan dan keselamatan seperti yang telah Dia janjikan kepada kita semua. Selamat Tahun Baru buat teman-teman semua, Tuhan akan selalu bersama anda dengan kasih setiaNya.

New dawn, new hope, with God’s loving kindness and compassions that are always new every morning

5 pencarian oleh pembaca:

  1. menghargai tubuhku sebagai karya tuhan
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.