Naik Becak

antarafoto-Obama231209-2

“Setelah perayaan nikah Tobia dan Sara selesai, Tobit memanggil anaknya, Tobia, dan berkata, ‘Anakku, jangan lupa memberikan upah kepada orang yang mengantar engkau. Dan ingatlah untuk menambah upahnya!’” (Tobit 12, 1)

Seorang romo bercerita bahwa setiap sampai di stasiun, beberapa tukang becak menyambutnya dan menawarkan becaknya. Mereka dengan fasih berkata, “Romo, pakai becak saya saja ya.” Beberapa tukang becak mengenalnya sebagai seorang romo. Mereka tahu rumahnya. Mereka juga tidak menyebutkan ongkos becaknya. Ongkos becak dari stasiun sampai keuskupan biasanya dua puluh ribu rupiah.

Namun demikian, romo itu sering memberikan lebih dari ongkos yang biasa. Tukang becak sering diberi dua puluh lima ribu, tiga puluh ribu atau lebih. Hal inilah yang membuat beberapa tukang becak mengenalnya dan dengan senang hati menawarkan becaknya. Memberikan lebih dari yang seharusnya diberikan adalah sebuah keutamaan.

Keutamaan inilah yang disampaikan Tobit kepada anaknya, Tobia. Banyak orang sering melakukan hal ini. Mereka memberikan tambahan ongkos atau tidak mengambil uang kembalian yang seharusnya mereka terima. Tambahan ongkos yang diberikan biasanya jumlahnya tidak besar. Memberikan tambahan ongkos sepuluh ribu kiranya juga tidaklah besar jumlahnya, sebab jumlah tersebut biasanya cukup untuk lima kali parkir atau lima kali buang air kecil. Maka memberikan tambahan upah tidak akan membuat seseorang menjadi miskin atau menderita.

Pengenalan dan sapaan beberapa tukang becak terhadap romo tersebut bukanlah tanda bahwa memberikan tambahan upah menjadikan seseorang terkenal dan hebat. Pengenalan dan sapaan itu sesungguhnya mengungkapkan rasa gembira dan sukacita dari orang-orang yang mendapatkan berkat. Juga merupakan ungkapan harapan agar Tuhan senantiasa melimpahkan berkat-Nya bagi mereka.

Tambahan upah, sekalipun jumlahnya kecil, merupakan sedekah bagi orang lain. Sedekah, kalau itu diberikan dengan tulus dan tanpa pamrih, akan mendatangkan banyak berkat, baik bagi penerima maupun pemberi. Memberikan tambahan upah merupakan kesempatan bagi seseorang untuk membangun sikap lepas bebas terhadap harta benda dan usaha menjauhkan sikap tamak.

Teman-teman selamat pagi. Selamat berakhir pekan dan selamat beristirahat. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Antara)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.