Motivasi Mengikuti Yesus

Ayat bacaan: Yohanes 6:24
================
“Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.”

Berkembangnya doktrin teologi kemakmuran dalam beberapa tahun terakhir ini cukup memprihatinkan. Di satu sisi kita tahu bahwa Tuhan sanggup memberkati bukan hanya pas-pasan atau ala kadarnya, tetapi berkelimpahan. Tapi di sisi lain dengan pemahaman hanya mencari kemakmuran, kita bisa terjebak pada tipu-tipu kuno iblis untuk menjatuhkan kita kepada motivasi yang salah dalam mengikuti Yesus. Ketika orang mengira bahwa ada jaminan kemakmuran yang datang secara instan begitu mereka mengikuti Yesus, mereka akan kecewa karena yang sering terjadi tidaklah demikian. Seperti yang saya alami dan banyak orang lainnya, Tuhan lebih suka membentuk diri kita terlebih dahulu untuk siap menerima berkat-berkatNya, dan seringkali itu bukan sesuatu yang mudah. Sebuah bentuk pengertian akan kemakmuran dalam konsep keliru bisa menyesatkan kita, terlebih apabila kita belum memahami betul prinsip-prinsip Kerajaan mengenai berkat, keselamatan dan sebagainya. Kepintaran banyak penganut doktrin ini dalam mengolah ayat hingga terlihat seakan mendukung pengajarannya memang hebat, tapi itu tidaklah aneh karena ayat bisa dipelintir dengan mudah ketika dicabut dari konteksnya secara sepihak sebagai dasar pijakan atau legitimasi paham atau pengajaran apapun.

So, what motivate you to follow Jesus? Apa yang menjadi motivasi kita hari ini mengikuti Yesus, apa yang seharusnya menjadi motivasi yang benar? Terlepas dari doktrin-doktrin kemakmuran yang menjamur dimana-mana, kenyataannya ada banyak orang yang motivasinya melenceng dari seharusnya. Banyak orang yang hanya mendasarkan motivasinya untuk hidup makmur berlimpah harta, bisa sembuh dari penyakit, menerima mukjizat-mukjizat dan hal-hal spektakuler lainnya. Banyak orang yang mengikuti Yesus semata-mata hanya berpikir sempit secara dunia yang fana dan justru mengabaikan persiapan menuju kehidupan yang kekal di rumah Bapa kelak. Seperti itulah memang yang terus dipropagandakan oleh dunia. Kita sudah terbiasa di’ajarkan’ untuk percaya bahwa kebahagiaan itu diukur lewat uang dan harta kekayaan. Kepemilikan barang-barang mewah, rumah yang berukuran besar dan megah, kendaraan lux, perhiasan, tas, sepatu, baju dan lainnya yang bermerek, itulah yang dianggap menjamin kebahagiaan dalam hidup. Sebuah pemahaman keliru akan konsep atau cara hidup Kerajaan bisa membuat kita secara naif memasukkan frame kebenaran dalam konteks pemikiran dunia. Ketika apa yang diharapkan tidak terjadi, orang akan kecewa dan kemudian pergi mencari alternatif-alternatif lainnya. Disana si jahat sudah menunggu untuk menerkam dan menelan. Alangkah berbahayanya apabila kita tidak memiliki motivasi yang benar dalam mengikut Yesus.

Mari kita lihat sebuah kisah dalam perikop yang singkat pada Injil Yohanes pasal 6 yang perikopnya berjudul “Orang banyak mencari Yesus”.

“Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.” (Yohanes 6:25-29).

Pengajaran-pengajaran yang disampaikan Yesus yang disajikan lewat perumpamaan atau ilustrasi-ilustrasi sederhana pada waktu itu mendobrak banyak konsep pemahaman keliru. Yesus juga mengadakan begitu banyak mukjizat yang mengatasi logika orang, sehingga tidaklah mengherankan apabila ada banyak orang yang terpesona dan berharap untuk mendapatkan pertolongan. Kondisi manusia pada saat itu carut marut di timpa begitu banyak masalah sehingga kedatangan Yesus menjadi fenomena luar biasa yang menghebohkan. Banyak orang berusaha untuk mencari, mengejar, menemukan dan mendapatkan sesuatu dariNya. Berbagai motivasi pun pasti muncul pada saat itu diantara banyak orang. Ada yang ingin mendengar pengajaranNya, ada yang ingin menyaksikan perbuatan-perbuatan besarNya, ada yang sekedar ingin menonton dan tentu saja tidak sedikit yang ingin menerima mukjizat langsung. Ingin sembuh baik sakit jasmani maupun rohani, ingin dilepaskan, atau ingin berhenti hidup susah dalam kemiskinan.

Kita tidak tahu apa pastinya, tapi melihat begitu banyak orang yang mengejarNya, tentu beragam motivasi muncul disana. Ada yang benar, ada pula yang keliru. Yang pasti berita tentang Yesus pada jaman itu segera menyebar ke mana-mana, menembus batas wilayah, bangsa dan sebagainya. Apabila hal ini terjadi di jaman sekarang, tentu kabar ini akan menyebar pesat ke seluruh dunia lewat berbagai media dan perangkat komunikasi modern. Alangkah berbahaya apabila motivasi yang benar tidak dimiliki ketika kabar ini tersiar. Orang bisa terjebak pada pemahaman-pemahaman keliru, mengira bahwa Yesus tidak lebih dari seorang dokter hebat, paranormal atau bahkan dukun yang bisa memberi segala sesuatu yang hanya berpusat pada pemuasan dunia. Pengajaran-pengajaran yang keliru tentang Yesus akan menjerumuskan dan menyesatkan. Oleh karena itulah bagi kita orang percaya, kita perlu memiliki pemahaman dan motivasi yang benar terlebih dahulu agar bisa menyampaikan kebenaran firman secara tepat pula. Jangan sampai kita menyesatkan banyak orang lewat pemahaman kita yang keliru, apakah secara naif hanya berpikir sempit mengenai kemakmuran duniawi saja, menjanjikan banyak hal tanpa melihat konteks secara utuh dan sebagainya.

Hari ini mari kita periksa secara mendalam iman kita kepada Yesus, motivasi yang mengarahkan kita untuk mengikutiNya. Ada banyak motivasi yang mungkin timbul. Ada yang hanya mencari pemenuhan hal-hal fana, mencari hal-hal spektakuler seperti mukjizat dan keajaiban-keajaiban yang belum pernah dilihat sebelumnya, mencari kesembuhan, kekayaan dan lain-lain, tapi yang terbaik tentu dengan menyadari bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru selamat. Yesus sudah mengatakan bahwa “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6), “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.” (Yohanes 10:9). Kita harus benar-benar memastikan dan menjaga diri kita terlebih dahulu agar tidak termotivasi oleh keinginan-keinginan yang berasal dari dunia yang fana. Mari cari dan temukan Yesus dengan sebuah kesadaran penuh bahwa kita membutuhkanNya untuk mengampuni dosa-dosa kita, memulihkan dan melepaskan kita dari keterikatan-keterikatan duniawi yang ada, menemukan keselamatan kekal daripadaNya dan menunjukkan bahwa kita mengikutiNya karena kita mengasihiNya, sebagaimana Dia mengasihi kita. Kisah orang banyak yang mencari Yesus di Kapernaum menjadi saksi dari banyaknya motivasi orang untuk menemukanNya, hendaklah kita tergolong pada orang-orang yang didasari motivasi benar dan bukan termasuk orang tersesat yang malah menyesatkan banyak orang.

Pastikan bahwa kita memiliki motivasi yang benar saat mencari dan mengikutiNya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.