Misa Syukur Kanonisasi Paus di TMII dan Unika Atma Jaya, Nobar di Gereja Pejompongan (7)

BESOK Minggu (27/4) sore di Kampus Unika Atma Jaya Jakarta akan berlangsung misa syukur atas peristiwa iman berupa kanonisasi Paus Yohannes XXIII dan Paus Yohannes Paulus II menjadi orang kudus (Santo). Mengapa Unika Atma Jaya sampai menggelar acara ini?

Tentu bukan tanpa alasan.

Santo Yohannes Paulus II atau Karol “Lolek” Woytyla dalam kunjungan resminya ke Indonesia, menyempatkan diri mengunjungi Kampus Unika Atma Jaya. Bahkan di satu sudut kampus ini, masih disimpan relikui Santo Karol Woytyla berupa singgasana atau kursi yang dulu pernah diduduki Paus Yohannes Paulus II.

Kepada Sesawi.Net, dalam perjalanan pulang dari rekoleki bersama anggota Yayasan Bhumiksara Rektor Unika Atma Jaya Prof. Dr. Lanny Pandjaitan mengatakan, misa khusus ini terbuka untuk umum dan akan berlangsung mulai pukul 18.00 WIB bersama 5 orang imam.

Kursi Paus di Atma Jaya

Kursi Paus di Atma Jaya

Nobar di Gereja Pejompongan

Siang harinya, sebuah program nonton bareng (nobar) akan berlangsung di Gereja Kristus Raja Pejompongan, Benhil, Jakarta Pusat bersama kelompok Cultura di Vita, sebuah gerakan yang dimotori oleh Pastor Yustinus Sulistiadi Pr untuk menggemakan ajakan-ajakan moral dan kebaikan sebagaimana dulu selalu disuarakan oleh Santo Karol Woytyla atau Paus Yohannes Paulus II.

Gerakan JP II —demikian Romo Sulistiadi selalu menyebut nama kelompok ini—sudah beberapa kali menggelar pameran foto, memorabilia semua hal berkaitan dengan Santo Karol Woytyla.

Tiga tahun lalu, Gerakan JP II sudah mengadakan pameran di Paroki Jakobus Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pekan lalu juga digelar di sebuah paroki di kawasan Solo Baru di Jawa Tengah.

Acara nobar Kanonisasi Paus ini akan dipandu sendiri oleh Romo Sulistiadi Pr dengan disertai komentar dan terjemahan langsung dari bahasa Italia ke bahasa Indonesia.

Misa di TMII

Hari Senin tanggal 28 April, Bapak Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo bersama sejumlah imam akan memimpin misa dengan intensi khusus yakni puji syukur atas kanonisasi kedua Paus. Lokasinya di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tepat dimulai pukul 17.00 WIB.

Misa ini secara akan dihadiri oleh sedikitnya 1.000-an undangan mewakili paroki-paroki se-KAJ.

Paus dan anak-anak Indonesia

Sambutan Publik: Kedatangan Paus Yohannes Paulus II disambut hangat oleh masyarakat Indonesia. (Ist)

Paus dan Pak Harto

Bersama Presiden Soeharto: Paus Yohannes Paulus II melawat resmi ke Indonesia 8-13 Oktober 1989 sebelum akhirnya bertolak ke Korea Selatan. Dalam kunjungan ini, Santo Karol Wytyla sempat memimpin misa akbar di Senayan bersama mendiang Uskup Agung Jakarta Mgr. Leo Soekoto SJ, misa akbar di Lapangan Akabri Udara Maguwo Yogyakarta, pertemuan dengan para tokoh di Unika Atma Jaya Jakarta, menginap semalam di Seminari Tinggi Ritapiret di Flores (NTT), misa di Medan dan Timor Timur. (Ist)

Paus dan LB Moerdani

Disambut Jenderal LB Moerdani — Kedatangan Paus di berbagai daerah di Indonesia disambut hangat oleh Pangab Jenderal LB Moerdani yang kala itu menjadi salah satu anggota panitia nasional penyambutan Paus di Indonesia. (Ist)

Paus di Unika Atma Jaya

Di Unika Atma Jaya Jakarta – Santo Karol Woytyla Paus Yohannes Paulus II dalam acara pertemuan dengan para tokoh katolik Indonesia di Kampus Unika Atma Jaya Jakarta. Kursi singgasana Sri Paus itu kini menjadi relikui penting di Indonesia, selain tempat tidur Paus di Seminari Ritapiret Flores. (Ist)

 

Photo credit:

  • Foto Paus di Senayan (Dok. Penerangan KWI
  • Kursi Sri Paus di lanta dasar Kampus Unika Atma Jaya Jakarta (Royani Lim)
  • Suasana misa dan pertemuan Santo Karol Woytyla Paus Yohannes Paulus II di Senayan, Unika Atma Jaya. (Ist)

Tautan:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.