Misa Paska 2013 PaLingSah Bersama Mgr. Ignatius Suharyo: Bersaudara, Cara Sederhana untuk Beriman (1)

< ![endif]-->

Misa Paska Palingsah 2013 a

CUKUP satu kalimat saja, kalau mau nekad membuat intisari  bacaan Injil hari Minggu Paska III ini. Yakni, semangat persaudaraan yang bersemi di antara para murid Yesus pasca kebangkitan. Petrus, sang pemimpin kelompok para Rasul, berani ‘minta izin’ kepada para kolega ‘komunitas penjala ikan’ untuk berpamitan menjala ikan.

Ketika seruan itu dikemukakan Petrus, kata Mgr. Ignatius Suharyo, serentak para murid pun berseru: “Kami juga ikut!”.

Uskup Agung Diosis Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo pun menggarisbawahi kata “kami”.

Mengapa dibuat plural dan tidak singular. Ini, kata Mgr. Suharyo, merupakan ungkapan bentuk perasaan berkomunitas di antara para Rasul.

Ketika Yesus akhirnya dating menampakkan diri dan itu pun tidak disadari para Rasul, Yesus pun dengan tenangnya minta agar kepada Dia “diberikan ikan” untuk –katakanlah—pada masa sekarang: dibakar bersama untuk mendapatkan lauk saat makan bersama.

Dalam tata pergaulan antarmanusia, kata Mgr. Suharyo, hanya kepada mereka yang sudah dikenal maupun saling mengenal, keberanian ‘minta’ itu bisa dilakukan. “Tak mungkinlah kita bertamu pertama kali di sebuah keluarga baru, lalu dengan berani kita bertanya: ‘Nanti suguhannya (hidangan) apa?’,” kata Mgr. Suharyo disambut gelak ketawa.

Misa Paska Palingsah 2013 b

Lalu apa yang istimewa dari sebuah peristiwa ‘menjala ikan” yang dilakukan para murid Tuhan itu pasca kebangkitan, sebelum akhirnya mereka berteriak “Itu Tuhan!”?

Monsinyur Suharyo mengakhiri pertanyaan homilinya dengan satu kalimat: semangat bersaudara. Dan itulah pesan iman paling berarti dalam bacaan Injil Minggu Paska III kali ini yang pada kesempatan Misa Paska bersama Komunitas PaLingSah (Paguyuban Lingkaran Sahabat) terjadi di rumah St. Sularto di kawasan Condet, Jakarta Timur.

Bersaudara atau semangat saling mengasihi, tegas Monsinyur Suharyo, itulah cara paling sederhana untuk beriman pada saat ini.

Dalam ‘bahasa iman” Masa Prapaska 2013 di Keuskupan Agung Jakarta, itu bisa bermakna lebih jauh: Makin beriman, makin bersaudara, dan makin berbelarasa.

Semangat APP KAJ tahun 2013 ini pula yang menjadi tema besar dalam perjamuan iman  berlabel Misa Paska PaLingSah 2013 yang dikemas dalam sebuah ekaristi bersama Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo, Romo Suka Hadiwiyoyo Pr dan Romo Ino CsSr dari Paroki Cijantung.

Photo credit: Misa Paska PaLingSah 2013 bersama Mgr. Ignatius Suharyo,
Romo Suka Hadiwijoyo Pr, Romo Ino CsSr di Condet, Jakarta Timur, Minggu 14/4/2013  (Mathias Hariyadi)

Artikel terkait:

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.