Misa Imlek Solidaritas di Paroki St. Petrus Pekalongan

< ![endif]-->

XINGFU De Jiating.  Membangun Keluarga yang Bahagia  adalah tema perayaaan ekaristi Tahun Baru Imlek 2565 di Paroki St. Petrus Pekalongan. Ekaristi Tahun Baru Imlek diadakan pada hari Jumat, 7 Februari 2014.

Perayaan ekaristi ini diintegrasikan pula dengan pentahtaan Sakramen Mahakudus,  bertepatan hari Jumat Pertama. Ketiga imam yakni Romo Maryoto Pr menjadi selebran utama didampingi oleh Romo Sheko Swandi Pr dan saya (Romo Tri Kusuma Pr ) bersama-sama merayakan ekaristi dalam kesederhanaan. Meski demikian,  kemeriahan Misa Tahun Baru Imlek pun tetap dirasakan oleh seluruh umat.

Sebelum ekaristi dimulai pukul 17.00 WIB, tarian barongsai dan liong Garuda Mas membuka rangkaian syukur Tahun Baru Imlek pada pukul 15.00 WIB. Memang pergantian tahun China selalu dimeriahkan oleh atraksi barongsai dan liong.

Bunyi alat musik pengiring tarian barongsai yakni gendang besar ditambah dua pasang piringan dari kuningan semacam simbal dibunyikan tanda penampilan akan dimulai. Tak heran apabila umat bahkan masyarakat sekitat mulai berkumpul di depan parkiran gereja untukukukuk menyaksikannya. Barongsai dan liong yang terus bergerak mengungkapkan dinamika kehidupan manusia yang terus melaju tak pernah henti (mandeg).

Pekalongan Misa Imlek 2014 barongsay

Sebelum barongsai dan liong usai, umat yang akan merayakan ekaristi sudah berdatangan. Mereka menempati kursi-kursi di dalam gereja hingga penuh. Tepat pukul 17.00, ekaristi mulai. Perarakan dibuka dengan tari-tarian (kisaran 12 penari putri dr PPA dan OMK) yang menggambarkan kegembiraan menyambut Tahun Baru. Iring-iringan PPA pembawa lampion, lektor, prodiakon dan imam menuju altar diiringi lagu yang mendayu-dayu (gaya Tiociu).

Romo Sheko Swandi Pr membuka ekaristi dengan menempatkan hio di depan altar dan prosesi penghormatan kepada Tuhan Allah yang Mahatinggi. Romo Maryoto Pr memimpin ekaristi Tahun Baru Imlek dengan menawan. Suasana kudus dan meriah menjadi adonan perayaan yang mengesankan.

Dalam homili, Romo Maryoto Pr mengulas tema ‘Membangun Keluarga yang Bahagia’ dimana kedamaian, pengampunan adalah semangat hidup yang harus diperjuangkan oleh semua keluarga; tentu dengan tetap mengutamakan Allah di dalam kehidupan keluarga. Selain itu, ia juga menjelaskan makna simbol-simbol yang ada dalam ekaristi Tahun Baru Imlek.Pekalongan Misa Imlek 2014 perunjukan barongsay di halaman gereja

Kemeriahan kian terasa ketika Romo Maryoto Pr menyanyikan lagu dalam dua bahasa (Mandarin dan Indonesia). Salah satu lagu yang ditembangkan adalah Ku Mau Cinta Yesus.

Kemeriahan Tahun Baru Imlek diarahkan pada peristiwa puncak korban Yesus dalam Doa Syukur Agung. Sesudah umat menyambut komuni, Romo Tri Kusuma Pr memimpin prosesi Pentahtaan Sakramen Mahakudus. Seluruh umat (gereja penuh umat bahkan memenuhi aula lantai  2) berlutut hormat di hadapan Sakramen Mahakudus.

Sesudah upacara Penghormatan Sakramen Mahakudus, Romo Sheko Swandi Pr memimpin pemberkatan kue kranjang (dibagikan pada seluruh umat) dan ang pao (untukukukuk anak-anak prakomuni). Sembari menunggu para petugas membagikan kue kranjang, Romo Sheko Swandi Pr mengajak anak-anak untukk tetap bersikap baik ketika ada di dalam gereja. Ia juga mengajak mereka bernyanyi ‘Berkat Anak Cucu”.Pekalongan Misa Imlek 2014 kepala barongsay

Sesudah mereka (umat dan anak-anak) siap, anak2 prakomuni menerima berkat di dahi dari ketiga imam disertai pemberian angpao  yang diwakili oleh Kel. Soleh Dahlan dan Kel. Bambang.

Kemeriahan tak ada guna jika tiada nilai yang diperjuangkan di dalamnya. Inilah tawaran refleksi moral bagi kita semua bahwa Gereja hadir di dunia, tinggal di dunia, dna Gereja hidup bagi dunia. Maka, di tengah situasi masyarakat Pekalongan khususnya serta masyarakat Indonesia pada umumnya yang mengalami situasi sulit karena bencana: Banjir, Tanah Longsor, Gunung meletus, dll, Gereja St. Petrus Pekalongan ingin berbelarasa dengan mereka. Belarasa itu diwujudkan dalam persembahan kolekte ekaristi Tahun Baru Imlek yang diintensikan bagi para korban bencana serta kesederhanaan perjamuan syukur Tahun Baru Imlek yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Inilah wujud belarasa Gereja yang hadir, tinggal dan hidup bagi dunia. Di dalam suasana penuh syukur Tahun Baru Imlek, kmi ingin mempersembahkan kasih dan cinta bagi mereka yang menderita.

Perayaan Ekaristi diakhiri dengan berkat Allah melalui Maryoto, Pr. Sesudah itu umat bersyukur di dalam perjamuan sederhana di areal parkiran ditemani sajian tari-tarian yang cantik dr anak2 sd OMK bahkan suarra merdu beberpa umat menambah keceriaan mallam ini.

Selamat Tahun Baru Imlek 2565,

Salam belarasa – solidaritas,

Tuhan memberkati

Photo credit: Dokumentasi Paroki St. Petrus Pekalongan (Romo Tri Kusuma Pr)

Tautan:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. barongsai imlek 2014
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.