Misa Imlek Solidaritas di Paroki Brebes dan Stasi Jatibarang

< ![endif]-->

DUA lokasi berbeda menjadi tempat diselenggarakannya Misa Imlek di awal Tahun Kuda. Di Paroki Brebes, Misa Imlek berlangsung di Pusat Paroki dan di Stasi Ajibarang. Keduanya mengambil tema, yakni Hidup Baru bersama Tuhan Yesus.

Gereja Stasi Jatibarang dipenuhi umat baik dari lingkaran internal stasi maupun dari Brebes yang sudah biasa misa di sana.Sekitar 70-80 umat hadir di gereja stasi. Suasana merah memenuhi gereja. Tarian anak anak mengiringi perarakan awal dan bahan persembahan.

Dalam homili romo paroki menjelaskan soal inkarnasi Allah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus, inkulturasi, dan Misa Imlek dengan tiga poin permenungan: menjadi manusia baru bersama Yesus, membangun semangat tobat (bersih bersih diri), membangun semangat damai dan persaudaraan (makan bersama) dan membagi berkat bagi sesama serta mewariskan iman sbg bekal anak cucu (berbagi angpao). Sebelum berkat penutup, ada berkat atas kue kranjang dan pembagian kue dan angpao untuk anak anak.

Brebes Imlek 3

Makan malam menutup semua rangkaian Imlek di Gereja Stasi Jatibarang.

Kamis, 6 Feb jam 18.00 di Paroki juga diadakan Misa Imlek. Tarian 6 anak mengawali misa dengan menari di depan panti imam, jemput romo dan petugas. Perarakan didahului tarian anak anak. Persembahan juga penutup diawali tarian anak anak gaya Mandarin.

Gereja didekor nuansa merah. Ada taman kecil depan meja altar dengan kuda di tengah taman. Patung kuda kayu besar dipasang di depan ambo.

Dalam homili, romo paroki menyampaikan tema yang sama dengan di Jatibarang. Sebelum berkat penutup, juga ada pembagian angpao untuk anak anak dan remaja sekitar 100 angpao, berkat jeruk dan kue kranjang sebanyak 242 paket dan pembagiannya.

Ternyata kelompok koor sampai tidak kebagian jeruk dan kue. Artinya jumlah yang hadir mengikuti Misa Imlek ini lebih dari  220 umat.

Ada  sekitar 40 bungkus juga dibagikan di luar gereja kepada para tetamu undangan dari komunitas di luar Gereja Katolik.

Dua pekan saja

Yang istimewa dalam Misa Imlek kali ini: panitia kerja hanya dalam kurun 2 pekan saja. Kami menyebarkan undangan sekitar 80 orang non katolik (kristen, konghucu, dan lainnya), termasuk orang-orang katolik yang sudah sekian lama tidak muncul.

Nah, puji Tuhan karena sekitar 40n tamu undangan datang.

Yang lebih istimewa lagi, Imlek juga diisi misa dan ramahtamah dan hiburan di halaman gereja. Ini baru pertama kali terjadi. Juga menyenangkan menyaksikan, gereja hampir penuh seperti perayaan Natal kemarin.

Dari Stasi Tanjung ada sekitar 40-an orang; dari Stasi Jatibarang ada 14 orang. Bahkan beberapa karyawan Kospin Jasa yang non katolik juga bersedia datang dalam acara Imlekan ini.Brebes Imlek Fr Ontong Kusuma

Di tengah hiburan, pendeta HKBP mampir dan ikut duduk bersama kami. Tamu undangan banyak hadir dari gereja-gereja denominasi kristen maupun konghucu.

Juga sangat istimewa. Romo sampai mengenakan kasula baru motif khusus Imlek dengan kepala botak, gundhul. Frater Ontong Kusuma mengenakan pakaian khas China. Misa selesai pukul 19.40. Lalu makan malam dan hiburan.

Banyak penyanyi muncul baik dari lingkungan, Tanjung, Tegal dan juga umat denominasi kristen lain.

Alasan kami undang banyak orang dari luar katolik adalah keinginan untuk merintis bangun persaudaraan sejati baik dengan umat sendiri maupun umat berkeyakinan lain. Persaudaraan yang hangat, akrab, ulet bagaikan jenang dodol kranjang.

Selain makan malam bersama (cukup) kami juga sediakan teh poci dan kopi susu, kacang rebus, criping pisang dan tahu aci (1000 biji). Kami mengundang para bakul datang menyediakan penganan ini.

Yang menarik lagi, saat pagi cuaca mendung gelap, perlahan dengan doa, lama kelamaan mendung menyingkir. Pada siang hari, matahari bersinar garang, meski di sore hari menjadi mendung lagi. Namun, acara Imlekan berlangsung lancar sampai misa selesai tidak ‘diganggu’ hujan.

Acara ramahtamah berjalan, tiba-tiba gerimis datang menyapa. Sebentar kemudian, kembali menjadi cerah.

Brebes Imlek 7Puji Tuhan, acara berlangsung sangat lancar hingga pukul 22.30. Kami panitia bersih-bersih sampai pukul  23.00.

Dalam Misa Iimlek dan lanjutannya , diadakan kolekte solidaritas baik di Stasi Jatibarang maupun di Paroki.  Semua kumpulan hasil kolekte dalam misa ini akan disumbangkan korban banjir khususnya untuk umat romo John Tinggogoy di Manado atau kemungkinan juga yang lain.

Ini dilakukan mengingat sebulan ini banyak bencana banjir terjadi.  Dalam misa pun, doa doa umat tidak melupakan para korban bencana alam di tanah air ini.

Xie-xie dan terima kasih Tuhan.

Photo credit: Suasana meriahnya Misa Imlek dan acara hiburan lainnya di Paroki Brebes, Keuskupan Purwokerto, Jawa Tengah.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.