Misa Bersama Keluarga Katolik Indonesia di Taiwan Selatan (KITA)

DSC_1021

TEPAT Minggu, 22 Juni 2014, KITA (Keluarga Katolik Indonesia di Taiwan Selatan) kembali mengadakan Misa berbahasa Indonesia. Tanggal itu, pas banget dengan peringatan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Misanya dipimpin oleh Romo Murjiyono.

Homilinya cukup menarik. Ini adalah ringkasan homilinya.

Di suatu hutan, ada tinggal beberapa ekor burung merak. Burung merak hidup dari hutan dan sungai yang ada didalam hutan itu. Tapi karena manusia begitu serakah dan tidak pernah puas, manusia menebang pohon-pohon yang ada dihutan tempat burung merak tinggal dan meneruskan hidupnya.

Karena pohon-pohon di hutan itu sudah hamper habis dan sungai mulai kering, maka burung-burung merak itu terbang mencari tempat tinggal yang lain. Namun, ada seekor burung merak yang tetap tinggal di hutan itu. Kenapa burung merak itu tinggal? Karena burung merak itu melindungi dan menjaga telurnya.

Nah, setelah berhari-hari tinggal, maka menetaslah terus burung merak tersebut. Butuh waktu untuk seekor bayi burung merak dapat terbang. Maka burung merak dan bayinya pun tinggal beberapa saat di hutan tersebut dengan persediaan makanan dan minuman apa adanya.

KITA merayakan misa Hari Raya Tubuh dan Darah Kritus

Misa bersama Romo Murjiyono di Taiwan: Anggota keluarga katolik Indonesia di Taiwan Selatan (KITA) berkesempatan merayakan ekaristis bersama Romo Murjiyono saat Hari Raya Tubuh dan Kristus bulan Juni 2014.

Suatu kali, persediaan makanan dan minuman mereka sudah habis. Karena hutan tersebut sudah gundul. Maka, burung merak dan anaknya ingin menyusul dan mencari teman-teman mereka yang sebelumnya sudah pergi duluan.

Namun, anak burung merak mengeluh kepada ibunya, “Ibu, aku lapar. Bagaimana kita bisa menyusul teman-teman yang lain kalau kita tidak mempunyai tenaga untuk terbang. Kita akan mati ibu”.

Tapi, sang ibu berkata, “tidak anakku, engkau harus tetap hidup dan menyusul teman-temanmu”. “tapi, bagaimana caranya ibu?”, sahut si anak.

“Makan dan minumlah darahku untuk menjadi kekuatan untuk terbang menyusul temanmu,”,jawab si ibu.

Lalu anak burung merak itu pun memakan dan meminum darah ibunya dan mencari temannya.

Kelompok Keluarga Katolik Indonesia (KITA) di Taiwan Selatan

Keluarga Katolik Indonesia di Taiwan Selatan (KITA): Inilah sosok para aktivis KITA dalam sebuah kesempatan merayakan ekaristi bersama di Taiwan.

Dari cerita ini, dapat disimpulkan bahwa Yesus merelakan dirinya untuk di Salib bagi kita, agar kita bisa selamat dari dosa-dosa kita. Kita tidak menerima tubuh dan darah Yesus langsung. Namun kita sebagai Umat Katolik percaya, bahwa roti dan anggur adalah lambang bagi tubuh dan darah kristus.

Di akhir misa KITA Selatan memberikan beberapa hadiah kenang– kenangan berupa gantungan kunci, kalender dan tempa CD kepada seluruh anggota komunitas KITA-Selatan yang akan lulus di tahun ajaran ini, atau tahun ajaran berikutnya (summer, spring).

inilah KITA

Inilah KITA:  Gantungan kunci sederhana untuk tanda kasih bagi semua anggota dan aktivis KITA di Taiwan Selatan.

Selamat buat teman–teman yang telah lulus summer ini, buat yang akan lulus semester depan. Tetap semangat ya.

Selain memperingati Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, kita juga merayakan ulang tahun dari salah satu teman kita, yaitu Anton. Selamat ulang tahun Anton, kami doakan semoga sehat selalu, mimpi–impinya terkabul, studi berjalan lancar, dan banyak rezeki.

PS: Terima Kasih Ce Cindra atas gudeg nya.. Juga Mbak Purbo akhirnya kesampaian juga ya.

Sumber dan kredit foto: http://www.katoliktaiwan.org/

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.