Misa 40 Hari Alm. Yusma Pinoto, Bukti Besar Iman dan Pelayanannya

Yusma menerima medali penghargaan dedikasi di yayasan bhumiksara mei 2013

KETIKA  pintu peti belum ditutup, ia sudah di surga.

Demikian keyakinan Romo FL. Subroto Widjojo SJ yang diungkapkannya dalam homili misa peringatan 40 hari berpulangnya Yustinus Maria Pinoto Djojopranoto atau yang lebih dikenal sebagai Yusma Pinoto.
Umat yang hadir memadati semua kursi dalam kapel Kolese Kanisius, Menteng, merupakan bukti Yusma Pinoto memiliki banyak sahabat dan pengagum.

Keistimewaan seorang Yusma juga tampak dari ketiga imam misa konselebrasi yang dimulai tepat pukul 18.00 tersebut. Romo B. Windyatmoko MSF alias Romo Koko yang khusus terbang dari Pangkalpinang, Romo FX Mudji Sutrisno SJ yang tengah sibuk dengan pameran 60 tahun sketsanya, dan Romo Subroto Widjojo SJ yang meninggalkan seabrek kesibukannya.

Berbagai kalangan tampak berbaur dalam misa yang khusuk tersebut; pengusaha-pengusaha besar, petinggi organisasi-organisasi serta sanak dan handai taulan Yusma. Lokasi Kapel Kanisius di tengah daerah elit Jakarta yang terkenal dengan kemacetannya terlebih lagi waktu misa adalah saat puncak warga Jakarta berhamburan pulang kerja toh tidak menyurutkan tekad orang-orang untuk datang menyatukan diri dalam memperingati tokoh yang keimanannya terpantul nyata dalam pelayanannya.

Sudah paripurna
Bambang Ismawan, pendiri Bina Swadaya Group dalam sambutannya sebagai salah satu sahabat Yusma menceritakan bagaimana karakter dan semangat Yusma. “Pak Yusma menyambut antusias ketika kami mengajak beliau bergabung dalam Bina Swadaya dan hampir tidak ada rapat yang beliau tidak hadir. Selalu menyempatkan diri dan tak segan menyumbangkan materi dan pikiran untuk segala usaha yang baik,” tukas Bambang Ismawan.

“Melihat segala kiprah beliau, saya yakin kita setuju bahwa Pak Yusma sudah paripurna,” simpul Bambang menutupi sharingnya.

Jimmy Hidayat dari Perdhuki menceritakan pertemuan awal dan bagaimana Yusma selalu peduli terhadap masalah sosial dalam masyarakat dan berupaya menggalang para pengusaha katolik untuk turut berperan aktif membantu pihak-pihak yang menderita. Berkat inisiatif dan kegigihan Yusma itulah, berdiri Gedung Shekinah sebagai pusat pelayanan di kompleks Duta Merlin.

Ketegaran keluarga
Selain sharing dari sahabat Yusma, umat yang hadir terkesan dengan sharing dari Agustin Mari Suryanti yang bisa memandang perpisahan dengan suami tercinta dengan iman katolik. Rasa syukur dikelilingi para sahabat dan keluarga diakuinya sebagai faktor yang membuat dia dan anak tunggal mereka Felisita Arum Wulandari (Sita) bisa menerima kehilangan mendadak ini dan memandangnya dalam kacamata iman.

Sebelum misa ditutup, Sita berduet dengan saudara sepupunya mempersembahan lagu lawas Ada Band “Yang Terbaik Bagimu” untuk ayahnya terkasih.

Tuhan tolong, sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku t’rus berjanji tak kan khianati pintanya.
Ayah dengarlah, betapa sesungguhnya ku mencintaimu
‘Kan kubuktikan ‘ku mampu penuhi maumu.

Demikian sepenggal syair lagu yang dibawakan dengan merdu dan penuh perasaan oleh Sita. Ketika selesai, umat langsung bertepuk tangan.

Jip untuk Romo Mangun
Romo Magnis Suseno SJ dalam kata penutup sebelum berkat bertutur singkat mengenai keberhasilan Yusma menemukan jip Willys yang dikenang oleh Romo Mangun, dan rencananya diberikan seb agai hadiah ulang tahun tetapi Romo Mangun keburu meninggal. (Baca juga: Pijar Vatikan II: Jip Bersejarah Sumbangan Pak Yusma (27D)

Misa yang berlangsung dua jam tersebut sungguh tidak terasa lama. Semua berlangsung lancar dan hidmah seakan alam dan surga merestui semuanya. Selamat jalan Pak Yusma, doakan kami dari surga.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: