Mintalah maka Kamu akan Diberi, Mat 7:7-12

< ![endif]-->

“Mintalah maka kamu akan diberi, carilah maka kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta akan menerima”

ADA seorang anak kecil bernama Beppo. Ia tinggal di Italia. Keluarganya amat miskin tapi rajin berdoa. Walaupun baru berumur 8 tahun, Beppo  sudah dapat berdoa. Ia  turut merasakan kekurangan dalam keluarganya.

Ia ingin minta pertolongan kepada Allah Bapa di surga.

Bagaimana caranya? Ia menulis sepucuk surat kepada Allah Bapa di surga pada secarik kertas. Kemudian surat itu dimasukkan ke dalam amplop dan dicantumkan alamat rumahnya. Dalam surat itu ia meminta makanan dan pakaian bekas, karena musim dingin hampir tiba.

“Bapa yang baik. Beppo,kakak dan adik sangat miskin. Kami kekurangan makanan dan pakaian. Kirimkan ya Bapa makanan dan beberapa pakaian untuk musim dingin. Meskipun pakaian bekas kami senang. Dari anakmu Beppo.” 

Namun bagaimana surat itu akan dikirimkan?

Tukang pos mana yang mau mengantar surat Beppo ke surga? Maka Beppo mencari balon di pasar dan kemudian ia mengikatkan surat itu pada balon itu. Lalu balon itu diterbangkan dari atas bukit tidak jauh dari desanya.

Beppo kecewa karena suratnya tidak dibalas oleh Allah Bapa. Ia menulis lagi dan mengirimnya dengan cara yang sama. Beberapa hari kemudian Beppo mendapat paket besar yang diantar oleh tukang pos. Paket itu berisi makanan dalam kaleng dan beberapa pakaian. Beppo gembira sekali, karena Allah Bapanya telah menjawab suratnya.

Maka ia pun lari ke bukit untuk berterimakasih kepada Bapa.

Ada orang mengeluh karena permohonannya tidak pernah dikabulkan Tuhan bahkan sampai mengatakan bahwa Sabda Tuhan Yesus itu tidak benar. Mohon kepada Tuhan itu tidak sama dengan minta kepada manusia.

Mohon kepada Tuhan itu harus disertai dengan iman dan kepercayaan, dengan hati yang tulus dan motivasi yang jujur. Tuhan akan memberikan apa yang nampaknya mustahil bagi manusia tetapi bagi Dia tidak. Banyak orang yang sudah mohon kepada Tuhan, tetapi yang diungkapkn hanya kegelisahan hati atau ketidakpuasan akan hidup ini bukan penyerahan diri.

Sebenarnya orang itu belum terbuka hatinya kepada Tuhan. Orang yang dengan kepercayaan mengajukan permohonan kepada Tuhan pasti dikabulkan. Kadangkala Tuhan sebenarnya telah mendengarkan permohonan kita, tetapi kita tidak melihat kehendak  Tuhan bagi kita. (pcp)

Photo credit: Ilustrasi (La Paroisse)

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan mintalah maka kamu akan diberi
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: