Minggu Pkl. 11.00 WIB: Requiem untuk Mgr. Andreas Henrisoesanto SCJ di Katedral Tanjungkarang


MISA requiem untuk alm. Mgr. Andreas S. Henrisoesanto SCJ akan berlangsung pada hari Minggu (13/3/2016) siang pukul 11.00 WIB di Katedral Tanjung Karang, Lampung. Usai misa requiem, berlanjut dengan prosesi pemakaman di Kompleks Pemakaman Katolik Negri Sakti. (Baca juga:  Breaking News: RIP Mgr. Andreas Henrisoesanto SCJ, Uskup Emeritus Tanjung Karang


Kisah hidup


Berikut ini kisah hidup alm. Mgr. Andreas Suwijata Henrisoesanto SCJ.


Mgr. Andreas S. Henrisoesanta SCJ, Uskup Emeritus Keuskupan Tanjungkarang, telah dipanggil pulang ke Rumah Bapa pada hari Kamis, 10 Maret 2016 sekitar pkl 14.20 di RS St. Carolus Jakarta.


Henrisoesanta remaja masuk  Novisiat SCJ di Bandar Agung, Lahat, dan  kaul pertama berlangsung tanggal 8 September 1956.


Tidak lama setelah masuk novisiat SCJ, Henrisoesanta segera meneruskan Sekolah Filsafat di Lahat dan Yogyakarta. Kemudian pada tahun 1962 Henrisoesanta melanjutkan studi di Universitas Gregoriana, Roma, Italia.


Henrisoesanta meraih gelar doktor hukum gereja dengan disertasinya berjudul Probatione per Documente in Prisessu Camonico (10 Juli 1966).


Selanjutnya selama 10 Henrisoesanta dipercaya sebagai pastor paroki di Telukbetung, Kedaton, Metro, dan Kotabumi.


Baru kemudian pada tahun 1976, ia ditahbiskan  Uskup Tanjungkarang yang secara hirarkis melayani umat Katolik se-Lampung, menggantikan. Dengan demikian, Henrisoesanta adalah uskup pribumi pertama di Lampung.


Dalam catatan sejarah, Gereja Lampung berdiri pada 16 Desember 1928 saat Pastor HJD Van Oort SCJ mendirikan gedung gereja pertama di Tanjungkarang. Tetapi, umat Katolik diperkirakan sudah ada sejak tahun 1926.


Selama 32 tahun menjadi uskup Lampung, tidak banyak yang tahu kalau Henrisoesanta adalah penulis produktif. Karena tulisan-tulisannya hanya dipublikasikan untuk media tertentu yang masih berada dalam lingkungan Keuskupan Tanjungkarang. Tulisan rohaniwan yang menguasai 10 bahasa dunia itu bersifat renyah, segar, dan komunikatif.


Biodata

Nama: Andreas Henrisoesanta, SCJLahir: Ngijorejo, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, 7 Juni 1935Ayah: Jacobus Samadi KasandikramaIbu: Jacoba Wasijem Kasandikrama

Pendidikan


– Sekolah Rakyat (SR) 1941-1947 di Metro,  Lampung Tengah


– Sekolah Menengah Katolik (SMK) Pringsewu (1948–1919)


– SMK Talang Jawa, Palembang (1949–1950)


– SMP St. Joseph, Lahat, Sumatera Selatan (1950–1951)


– Sekolah Guru Atas (SGA) dan Seminari Menengah Palembang (1951-1955)


– Pendidikan Filsafat di Lahat (1956–1957) dan di Yogyakarta (1957-1958)


– Pendidikan Teologi dan Hukum Gereja


– Pendidikan Teologi dengan gelar Licentiate Theologi di Universitas Gregoriana, Roma (Juni 1962)


– Tahbisan Uskup: 11 Februari 1976 di halaman SMA Xaverius, Pahoman, Bandar Lampung oleh Kardinal Yustinus Darmoyuwono


Tugas/Pelayanan di Keuskupan Tanjungkarang

Pastor Paroki di Telukbetung (1966-1971)Kedaton (1971–1974, 1976)Metro (1974–1975)Kotabumi (1975–1976)Tanjungkarang (1976–1977)

 Pengalaman kerja

Guru Agama SD Sejahtera, Sidodadi, KedatonGuru SMP Xaverius Teluk Betung dan TanjungkarangPimpinan SMA Xaverius TanjungkarangDosen Agama Katolik Universitas LampungPimpinan Yayasan XaveriusPimpinan Yayasan Pembinaan Sosial Katolik (YPSK) Keuskupan Tanjungkarang

Tugas di luar Keuskupan Tanjungkarang

Ketua Majelis Nasional Pendidikan Katolik (1976-1985)Ketua Dana Nasional Pendidikan Mitra Pengembangan Pendidikan sejak 1980Ketua Komisi Komunikasi Sosial KWI (1985-1988)Bendahara Konferensi Wali Gereja Indonesia (1988-1994)Anggota Dewan Moneter KWI (1994-1997)

Sumber: Keuskupan Tanjungkarang

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.