Minggu Paskah 2: Menjadi Rasul Kerahiman Ilahi

Pembuka:

Hari ini kita sangat bahagia. Setelah merasakan cinta Bapa yang begitu besar sehingga merelakan AnakNya yang tunggal sebagai tebusan dosa (Itulah Paskah), hari ini kita mengenangkan kerahimanNya yang sangat luar biasa. Di basilica Santo Petrus, Minggu ini diadakan kanonisasi (pemberian gelar santo kepada Paus Yohanes XIII dan Paus Yohanes Paulus II. Siapa mereka? Dengan perannya masing-masing, kedua santo ini menyatakan belaskasih Allah pada dunia.

Homili

Mari kita melihat gambar kerahiman ilahi. Kerahiman ini istilah yang unik. Menunjuk pada kasih keibuan dari Allah (yang adalah Bapa). Sekalipun Bapa, Allah memiliki kasih keibuan: lembut, menghidupi, meneguhkan, tulus, menumbuhkan, menerima apa adanya, menghendaki yang terbaik, dsb.

Dalam devosi Kerahiman Ilahi, Allah Bapa disebut sebagai Yang Maharahim. Sedangkan Yesus adalah wujud kerahiman dari Bapa. Melalui sengsara, wafat, dan kebangkitanNya Yesus menyatakan kasih keibuan Bapa itu: lembut, menghidupi, meneguhkan, tulus, menumbuhkan, menerima, menghendaki yang terbaik.

Paus di Yogyakarta anak anak

Paus Yohannes Paulus II bersama umat katolik Keuskupan Agung Semarang saat memimpin misa akbar di Lapangan Dirgantara Komplek Akademi Angkatan Udara Yogyakarta, Oktober 1989. (Courtesy of Lukas)

Marilah kita lihat gambar kerahiman. Ada dua sinar merah dan putih. Maknanya adalah darah dan air yag memancar dari lambung Yesus. Warna sinar merah menggambarkan kehidupan yang diserahkan, sedang warna ptih melambangkan pengudusan yang dianugerahkan. Jadi, dari lambung Kristus yang terbuka muncullah daya hidup dan daya kekudusan.

Sampai saat ini, semakin banyak orang berdevosi kepada Kerahiman Ilahi. Doa-doa kerahiman yang diperkenalkan oleh Santa Faustina sangatlah manjur dan indah. Bahkan di paroki kita ini ada kelompok doa khas: Kerahiman Ilahi. Tetapi entah Anda menjadi anggota ataupun tidak, cobalah doa-doa yang ditawarkan oleh Santa Faustina! Sangatlah manjur dan mengubah hidup! Menjadi pribadi dan pewarta belaskasih Allah.

Dua Paus
Nah, dua orang paus yang hari ini dinyatakan sebagai santo, pada perannya masing-masing menyatakan belaskasih Tuhan. Bapa Yohanes XXIII dipilih sebagai Paus ketika usia sudah 77 tahun, ketika Gereja menghadapi komunisme yang menyebut agama (Kristen) sebagai candu. Dan dia mengundang semua uskup untuk membuat pembaruan dalam Gereja Katolik. Lahirlah Konsili Vatikan yang sangat fenomenal itu.

10308167_10152347792364731_7319507613705280174_n

BERSAMA USKUP AGUNG SEMARANG: Santo Karol Woytyla Paus Yohannes Paulus II bersama Kardinal Julius Darmaatmadja SJ –waktu itu Uskup Agung Semarang– usai memimpin misa akbar di Lapangan Dirgantara Akademi Angkatan Udara Yogyakarta. (Courtesy of Lukas)

Sedangkan Yohanes Paulus II pastilah kita mengenalnya. Gaul, merengkuh semua pihak, memaafkan, murah hati. Sehingga waktu upacara pemakamannya, 200 delegasi resmi negara seluruh dunia hadir dalam duka. Keduanya menunjukkan kesuciannya melalui mukjijat setelah kematian.

Marilah kita meneruskan belaskasih Allah itu dalam hidup kita. Bicaralah dari hati, ambillah pilihan dan keputusan dengan hati! Dengan itu kerahiman Allah kita wartakan. Dan kita menjadi rasul kerahiman ilahi. Nanti hidup kita akan menjadi berkat bagi semua. Amin. (ASG, Sambiroto)

Photo credit: Ilustrasi suasana misa akbar bersama Santo Karol Woytyla Paus Yohannes Paulus II dengan umat katolik Keuskupan Agung Semarang di Lapangan Dirgantara Kompleks Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Oktober 1989. (Courtesy of Lukas)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.