Minggu Palma, Paus Ajak Mawas Diri: Siapakah Aku?

DALAM homili pada kesempatan perayaan Minggu Palma di depan sekitar 10.000  umat yang memenuhi Lapangan Santo Petrus, Paus menanyakan, “Apakah aku akan menyambut Yesus ketika Dia masuk Yerusalem? Apakah aku akan berlaku seperti orang Farisi, atau orang dari Kirene, atau seperti massa yang memilih Barabas? Apakah aku meniru rasul yang menyelesaikan masalah dengan pedangnya? Dimanakah hatiku?”

“Pada hari Minggu ini, setiap orang menyambut Yesus, anak-anak bernyanyi memujinya. Tetapi minggu ini akan juga diperingati kematian dan kebangkitanNya. Kalau kita benar merasakan kasih Tuhan, maka kita perlu bertanya, siapa aku?”

Paus memandang ke arah umat dan melanjutkan, “kita mendengar begitu banyak tipe manusia dalam bacaan tadi, ahli taurat, orang Farisi, imam agung, yang memutuskan untuk membunuh Yesus, menunggu kesempatan untuk menangkap Dia. Apakah saya satu di antara mereka?”.

“Kita juga mendengar nama Yudas; uang tiga puluh keping. Apakah aku seperti Yudas? Kita mendengar tentang rasul yang tertidur ketika Tuhan menderita. Apakah aku tertidur dalam hidupku? Apakah aku seperti rasul yang tidak mengerti bahwa tindakannya mengkhianati Yesus? Atau rasul lain yang ingin menyelesaikan masalah dengan pedangnya?”.

“Apakah aku seperti mereka? Seperti Yudas yang berpura-pura mencintai Yesus dan menciumnya dengan tujuan mengkhianatinya? Apakah aku seorang pengkhianat? Apakah aku seperti para pemimpin yang duduk dalam pengadilan dan mencari kesaksian-kesaksian palsu?”.

Vatican Palm Sunday

Paus Fransiskus mengikuti prosesi agung Minggu Palma bersama ribuan peziarah yang memadati Lapangan Santo Petrus di Vatikan, Minggu tanggal 13 April 2014. (Courtesy of Le Figaro).

Apakah jika melakukan hal tersebut, aku percaya bahwa aku menyelamatkan orang banyak?” kata Paus.

“Apakah aku seperti Pilatus yang ketika melihat situasi sulit lalu aku mencuci tanganku? Apakah aku melalaikan tanggung jawabku, membiarkan orang dituduh dan ikut menuduh mereka? Apakah aku seperti kerumunan orang banyak yang memilih Barabas karena mengganggap semua sama saja dan lebih menghibur dengan menghina Yesus? Apakah aku seperti orang dari Kirene yang pulang kerja dan kelelahan tetapi masih membantu Tuhan membawa salibNya? Apakah aku seperti mereka yang melewati salib dan mencemooh berkata ‘jika Dia adalah Tuhan, kenapa Dia tidak turun dari salibNya sendiri maka kami akan percaya’?”

“Apakah aku seperti wanita-wanita yang pemberani dan ibu Yesus yang berdiri dan menderita dalam diam? Atau aku seperti Yosep, murid yang diam-diam menjadi pengikutNya, yang menguburkan tubuh Yesus dengan cinta? Apakah aku seperti dua Maria yang berdiri di makam sambil menangis dan berdoa? Apakah aku seperti para pemimpin yang ketika keesokkan harinya pergi ke Pilatus dan berkata ‘lihatlah, orang itu bilang Dia akan bangkit. Jangan sampai berita itu tersebar’ dan mereka menutup makam tersebut serta melarang hal itu diberitakan?” tanya Paus.

“Lalu, dimanakah hatiku berada? Aku mirip dengan tipe orang yang bagaimana? Marilah pertanyaan ini kita renungkan sepanjang minggu ini,” begitu Paus melemparkan kalimat-kalimat reflektif untuk semakin bermawas diri memasuki Pekan Suci. 

Sumber: AsiaNews

Photo credit: Paus Fransiskus dalam perayaan Minggu Palma di Lapangan Santo Petrus Vatikan (Courtesy of Le Figaro & AsiaNews)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.