Minggu Biasa XXII

Mg Biasa XXII/Mg Kitab Suci Nasional: Ul 4:1-2.6-8; Yak 1:17-18.21b-22.27;Mrk 7:1-8.14-15.21-23
"Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah”.

Kitab Suci berisi tulisan-tulisan yang ditulis dalam ilham Allah, dan pertama-tama serta terutama untuk dibacakan, didengarkan dan dicamkan alias dicecap dalam-dalam, sehingga menjiwai cara hidup dan cara bertindak bagi orang yang mendengarkan dan mencecap dalam-dalam. Para pendahulu kita telah mencoba merenungkan dan mencecap dalam-dalam  apa yang tertulis di dalam Kitab Suci, serta kemudian meneruskannya kepada orang lain  ke dalam aneka bentuk tulisan reflektif, yang sungguh bermakna. Untuk itu kiranya kita berterima kasih kepada para pendahulu, dan sebagai ucapan syukur secara konkret, marilah apa yang mereka sharingkan ke dalam bentuk tulisan atau buku kita baca, renungkan dan cecap dalam-dalam, karena sebagaimana disabdakan oleh Yesus “Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” (Mrk 7:15). Yang berasal dari luar diri kita ada aneka macam dan bentuk, entah itu berupa kata-kata, makanan maupun minuman dst…. Kita dengarkan dan cecap atau camkan dalam-dalam apa yang disabdakan oleh Yesus di atas.

"Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya." (Mrk 7:14-15).

Kita semua dapat tumbuh-berkembang sebagaimana adanya pada saat ini hemat saya merupakan buah pengolahan dan pencecapan apa yang kita terima dari luar diri kita, entah itu berasal dari manusia, binatang, tanaman maupun situasi dan kondisi lingkungan hidup kita, yang dapat berbentuk tindakan maupun kata-kata. Dari lingkungan hidup yang segar, bersih dan sejuk kita dapat menghirup udara sehat dan segar yang sungguh membuat tubuh kita sehat dan segar, demikian pula aneka tanaman dan binatang yang tumbuh berkembang secara organis menjadi komsumsi kita sehari-hari juga, tentu saja setelah diolah secara memadai. Kami percaya kita sungguh telah menikmati dan mencecap dalam-dalam hal-hal tersebut di atas serta kemudian tergerak terus-menerus untuk mengulanginya.
Tentu saja tidak hanya hal-hal yang dapat membuat tubuh kita sehat dan segar secara fisik saja yang kita butuhkan, melainkan kita juga membutuhkan kesehatan dan kebugaran sosial, emosional, intelektual maupun spiritual. Maka hendaknya juga tidak melupakan atau mengesampingkan apa saja yang dapat membuat diri kita sungguh sehat dan bugar tidak hanya secara fisik saja. Mungkin yang baik kita perhatikan pada masa kini adalah yang terkait dengan masalah spiritual, mengingat dan memperhatikan kwalitas hidup bersama masa kini.  Maka untuk membina, memperkuat dan memperdalam kwalitas hidup spiritual kita, marilah pertama-tama kita baca, renungkan dan cecap dalam-dalam sabda Tuhan sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci.

Mungkin kita lebih dahulu dengan rendah hati mengakui dosa dan kelemahan kita, karena apa yang telah kita ‘keluarkan dari diri kita’, yang pada umumnya tidak baik, sebagaimana disabdakan oleh Yesus: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” (Mrk 7:21-23). Setelah mengakui dosa dan kelemahan, tentu saja kemudian melakukan apa yang sebaliknya, sehingga dari diri atau hati kita keluar apa-apa yang menyelamatkan dan membahagiakan, terutama kebahagiaan atau keselamatan jiwa manusia. Yang menyelamatkan dan membaha-giakan adalah segala pikiran baik, benar, mulia dan berbudipekerti luhur yang timbul dari hati yang suci, yang membaktikan diri seutuhnya kepada Tuhan. Sabda atau firman Tuhan hendaknya menjadi sanntapan hidup sehari-hari, dan semoga di Hari Minggu Kitab Suci Nasional hari ini kita semua semakin diingatkan, digerakkan dan digiatkan dalam pendalaman dan pembacaan Sabda Tuhan sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci. Kami ingatkan bahwa sabda Tuhan pertama-tama dan terutama untuk dibacakan dan didengarkan, maka bagi mereka yang bertugas membacakan hendaknya sungguh membacakan dengan baik, sehingga dapat didengarkan, dan mereka yang mendengarkan sungguh mendengarkan dengan baik sampai hati merasa ‘ditusuk’, sebagaimana sering digambarkan ‘hati yang tertusuk oleh panah’ sebagaimana simbol cintakasih. Tentu saja hati kita tertusuk oleh sabda-sabda atau firman Tuhan, karena apa yang tetulis di dalam Kitab Suci ditulis dalam ilham Allah dan “segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2Tim 3:16).

Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.” (Yak 1:17-18)

Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah memang baik adanya, dan jika ada yang tidak baik berarti datang dari manusia, yang suka bertindak hanya mengikuti kehendak dan kemauan sendiri. Aneka bencana alam maupun musibah (kebakaran, kecelakaan lalu lintas dst..) hemat saya merupakan buah keserakahan dan kejahatan manusia. Maka baiklah pertama-tama kita bersyukur dan berterima kasih atas segala sesuatu yang baik yang telah kita nikmati dan miliki, misalnya kecantikan atau ketampanan, kesehatan dan kebugaran fisik, sahabat dan kenalan, aneka makanan dan minuman, dst..

Tentu  saja kita semua dipanggil untuk merawat dan mengelola semua ciptaan Allah tetap baik adanya, antara lain lingkungan hidup. Maka dengan ini kami mengajak anda sekalian untuk menjaga dan mengelola lingkungan hidup sebaik mungkin sesuai dengan kehendak Allah, mengingat dan memperhatikan pemanasan global yang sedang berlangsung saat ini hemat saya merupakan kelalaian dan keteledoran manusia yang menguras isi bumi maupun membabati hutan/ tanaman seenaknya. Hendaknya lahan-lahan kritis segera diselamatkan dengan ditanami aneka jenis tanaman yang dapat membuat lingkungan hidup enak untuk didiami, menarik dan mempesona untuk didatangi. Hendaknya keluarga-keluarga memperhatikan gerakan menjaga dan mengelola lingkungan tempat tinggalnya, dan mendidik anak-anak untuk peka terhadap perawatan dan pelestarian lingkungan hidup. Sekolah-sekolah hendaknya juga memperhatikan masalah lingkungan hidup, tidak hanya secara teoritis saja, melainkan secara praksis.

Salah satu ancaman konkret perusakan lingkungan hidup masa kini adalah aneka produk plastic, yang semakin marak di pasaran. Maka kami harapkan kita semua tidak dengan mudah menggunakan produk-produk plastic, entah sebagai sampul atau tas dst…, karena kita semua tahu sampah plastic yang berserakan di sana-sini telah merusak lingkungan hidup. Marilah kita seminim mungkin menggunakan plastic, dan kalau perlu sama sekali tidak menggunakannya, serta jika perlu kita adanya gerakan melawan penggunaan plastic seenaknya, antara lain tidak mengkonsumsi aneka minuman dalam kemasan plastic. Perawatan dan pelestarian lingkungan hidup masa kini hemat saya merupakan opsi yang harus dikerjakan oleh siapapun yang mendambakan kesejahteraan hidup bersama. Hendaknya juga diusahakan penghematan penggunaan kertas, karena pemborosan kertas berarti berpartisipasi perusakan hutan atau lingkungan hidup.

“TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.”
 (Mzm 15)
Ign 2 September 2012

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.