Minggu, 22 Juni 2014: Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Warna liturgi Putih

Bacaan: Ul. 8:2-3,14b-16a; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; 1Kor. 10:16-17; Yoh. 6:51-58

Bacaan Injil: Yoh. 6:51-58:
51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” 52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.” 53 Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. 54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. 56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. 57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. 58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

Renungan:
Tanggal 19 Juni 2014 saya melihat ratusan anak-anak di Paroki Pugeran berbaris latihan komuni pertama. Katannya lebih dari 150 anak akan menerima komuni pertama. Kemarin sore di Gereja Maria Assumpta Klaten ada 300an umat Tuhan menerima Sakramen Krisma. Barangkali di paroki-paroki lain hari ini pun ada banyak umat Tuhan yang menerima komuni pertama.

Menyambut Sakramen Mahakudus adalah pengalaman yang membahagiakan. Aku ingat kala komuni pertama aku memakai baju yang berbeda sendiri. Semua teman2ku memakai baju putih, tapi aku malah memakai baju berwarna coklat. Jujur aku malu kala itu. Namun aku malah sangat ingat. Habis menerima komuni pertama kami sekeluarga jajan di rumah makan Merbabu. Jajan bersama keluarga itu pun merupakan pengalaman perdanaku.

Komuni pertama bukan hanya menjadi pengalaman bahagia bagi si penerima, tapi juga menjadi kebahagiaan keluarga dan semua jemaat. Namun tentunya tetap menjadi panggilan bagi siapapun yang mengalami agar makin hari makin merasakan kebahagiaan menyambut Tubuh Kristus. MenyambutNya adalah menyambut Sang Roti Kehidupan. Marilah kita menyambutnya dengan bahagia dan menjadikannya sumber kekuatan hidup kita.

Kontemplasi: Pejamkan matamu. Bayangkan kegembiraan yang kaualami kala pertama kali menyambut Tubuh dan Darah Kristus. Rasakan kembali kala nanti anda menyambutNya.

Refleksi: Apa arti penyambutan Tubuh dan Darah Kristus bagi hidup harianmu?
Doa: Ya Yesus terima kasih boleh mengambil bagian dalam kesatuan Tubuh dan DarahMu. Semoga Tubuh dan DarahMu menjiwawi kehidupanku dan kehidupanku dialiri oleh daya Tubuh dan DarahMu.
Amin.

Perutusan: Aku akan menjaga kerinduanku menyambut Tubuh Kristus.

Photo credit: Roti dan anggur by Catholic Seeking

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.