Mgr. J. Sunarka SJ: Bertani agar Para Lansia Jangan Sampai Linglung Bingung

imlek by antonius sony

Pengantar Redaksi:

Dalam beberapa hari terakhir ini, di milis internal Keuskupan Purwokerto terjadi komunikasi aktif antara suster, umat, bapak uskup perihal memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan bertani organik. Suster Alfonsa PMY merintis karya ini di sebuah lahan dan ide kreatif suster ini mendapat respon posisif di milis. Bapak Uskup Purwokerto Mgr. Julianus Sunarka SJ merespon juga dengan mencungulkan gagasan: bagaimana bisa mendayagunakan para lansia agar kesehariannya tidak hanya duduk-duduk mlongo, tapi berbuat sesuatu: melakukan pertanian organik sederhana.

Inilah konteks ‘mimpi’ Uskup Keuskupan Purwokerto: Mgr. Julianus Sunarka SJ.

————–

SETIAP kali aku berkunjung ke Panti Wreda Kaliori, aku bertaanya-tanya apa yang dapat kita buat untuk bisa membuat si kakek dan nenek itu tidak hanya duduk seperti “mayat bernafas”, tetapi masih mempunyai gairah hidup aktif.

Sering saya kethukulan (muncul) gagasan dan pertanyaan apakah kakek dan nenek itu bisa diajak aktif melakukan aktivitas pertanian tanaman-sayuran organik dengan memanfaatkan media kanthong-kanthong plastik yang diisi tanah berpupuk.

Di situ bisa ditanam benih tanaman lombok, terong, kacang panjang yang sifatnya produktif dan konstruktif.

Nah, sekarang ini, saya berkesan, bahwa Panti Wrewdha Kaliori hanya menjadi simpanan “mayat hidup”.

Apakah Bapak Anton berkenan bersama Suster PMY berkegiatan menggerakan “mayat hidup” si kakek dan nenek lansia itu. Sebetulnya, para lansia di panti wreda ini masih banyak yang punya energi gerak.

Mungkin juga Sr. Alfonsa PMY bisa tinggal di situ beberapa hari untuk memberi contoh gerakan “kakek nenek bertani organik”.

Apakah impian saya bisa terwuju? Insya Allah.

Lha, sumangga. Berkah Dalem

Dari uskup yang suka kontemplasi berkluyuran

+mgr.jsunarkasj

Kredit foto: Ilustrasi (Antonius Sony)

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.