Mewujudkan Kasih Kesetiaan, Keadilan Kesejahteraan

Love

Sabtu 05 Juli 2014

Hari Biasa Pekan XIII
Sabtu sesudah Jumat I = Sabtu Imam
Amos 9:11-15; Mzm 85:9.11-12.13-14; Matius 9:14-17

“Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.” (Mazmur 85:10)

SAYA selalu bersyukur menyaksikan akhir pertandingan olah raga tingkat dunia yang fair-play. Saat bertanding begitu sengit. Misalnya para petinju atau pemain sepak bola. Namun, pada akhir pertandingan, yang kalah maupun yang menang saling bersalaman dan berpelukan, bahkan berciuman tulus bukan basa-basi, bukan pencitraan. Itu suatu pemandangan sekaligus kenyataan yang indah. Doa pemazmur sebagaimana saya jadikan titik tolak renungan ini nyata secara sederhana.

Mari kita renungkan Mazmur Tanggapan yang mewartakan bahwa kasih dan kesetiaan akan bertemu; keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. Akankah firman Tuhan ini terwujud juga di negeri kita?

Hari-hari ini, kian dekat dengan hajatan demokrasi dalam rangka Pilpres 9 Juli mendatang; kita saksikan begitu banyak fitnah bertebaran. Akibatnya, proses hajatan demi demokrasi menjadi hojatan sok demokratis. “Democracy” berubah rupa menjadi “democrazy”.

Demokrasi dinodai oleh kegilaan yang kian menjadi-jadi. Demokrasi yang tujuan utamanya untuk kesejahteraan rakyat berubah menjadi untuk kekuasaan laknat! Demi meraih kekuasaan, pihak-pihak tertentu bertekad menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan. Karakter itu terungkap dalam pernyataan “Apa pun caranya, pokoknya harus menang! Kalau tidak sekarang kapan lagi!”

Itulah tanda-tanda hembusan roh jahat menghalalkan segala cara. Dalam ilmu “discernment” – wiweka/penimbangan/pembedaan Roh Baik dan roh jahat, data itu amat jelas menunjuk pada arah keburukan daripada kebaikan.

Bawah sadar maupun sadar, kalimat itu tak lebih dari pengakuan akan hasrat dan haus kuasa. Demokrasi bukan dipakai untuk melayani tetapi untuk melaknati rakyat.

Dalam situasi ini, mari kita jadikan doa sang pemazmur sebagai pencerah nurani kita. “Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.” Orang baik, tunjukkan nyalimu untuk mendukung dan menopang orang baik. Biarlah pihak tertentu terus bermain dengan rencana jahat dan kebencian. Mari kita sebarkan kasih dan kesetian, keadilan dan damai sejahtera. Kecurangan, keculasan dan kejahatan harus dilawan dengan sikap waspada, arif dan persatuan orang-orang yang merindukan kasih, kesetiaan, keadilan dan damai-sejahtera.

Adorasi Ekaristi Abadi memberi ruang bagi terbangunnya kasih, kesetiaan, keadilan dan damai sejahtera. Sehebat apa pun kekuatan jahat berkoalisi, cita-cita orang baik demi terwujudnya kasih-kesetiaan dan keadilan-kesejahteraan akan menang! Itulah yang kita bawa dalam keheningan doa, “Becik ketitik, ala ketara – kebajikan akan tertandai, kejahatan akan tersingkapkan!”

Tuhan Yesus Kristus, semoga doa pemazmur “Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman” terwujud di negeri kami pada Pilpres 9 Juli nanti, dan selama-lamanya. Amin.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.