Mewaspadai Pengajaran Sesat (1)

Ayat bacaan: Galatia 1:6
===================
“Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.”

Betapa memprihatinkannya melihat banyaknya pengajaran-pengajaran yang seolah menyampaikan kebenaran padahal berisi pesan-pesan yang menyesatkan. Ada yang sepintas seperti firman Tuhan padahal berpusat pada diri sendiri, mengedepankan ‘the kingdom of myself’ ketimbang The Kingdom of God, ada yang secara keliru menyampaikan hal-hal yang menjamin keselamatan, tapi penyesatan terbanyak muncul pada pengajaran-pengajaran yang mengacu kepada hal-hal yang menurut dunia bisa membawa kebahagiaan, yaitu kekayaan, kemakmuran dan kemewahan. Teologi-teologi kemakmuran terus menyebar menjauhkan begitu banyak orang dari pemahaman yang benar akan firman Tuhan. Mereka terus memusatkan pengajaran kepada cara untuk kaya, memiliki harta dan materi. Semua ini dikemas dengan sangat pintar sehingga apabila tidak diperhatikan baik, seringkali orang terkecoh dan mengira itu adalah pesan-pesan yang benar. Mereka bahkan berani mengutip ayat-ayat Alkitab padahal isinya memutarbalikkan kebenaran. Berbagai penyebaran doktrin/teologi kemakmuran dipermudah dengan berkembangnya media informasi di jaman modern sekarang ini baik lewat brosur, media cetak, radio, televisi maupun internet. Belum lama ada sebuah reality show di Amerika yang menyoroti kisah beberapa ‘so called priests’ yang kontennya sangat memprihatinkan. Tidak saja acara ini menonjolkan kotbah-kotbah kekayaan atau kemakmuran di gereja mereka, tetapi juga menyorot kehidupan pribadi yang sama sekali jauh dari ketetapan Tuhan. Mereka terus menyombongkan harta, rumah mewah, jam tangan berlapis emas dan sebagainya, bahkan hubungan dengan pasangan yang mengikuti arus dunia. Menjual kekristenan demi keuntungan diri sendiri, mungkin itu timbul di pikiran kita. Tetapi sebenarnya yang terjadi jauh lebih mengerikan ketimbang itu. Bayangkan ketika pesan-pesan ini ditangkap oleh orang-orang yang tidak mengerti atau mendalami kandungan Alkitab, mereka bisa tersesat dan terseret menuju kebinasaan. Orang akan mengira bahwa mengikuti Yesus secara sempit hanya berbicara soal kekayaan duniawi, dan itu jelas-jelas sangat keliru.

Apakah saya anti terhadap berkat kekayaan? Tentu saja tidak. Saya tahu Tuhan sudah menjanjikan segala sesuatu yang berlimpah kepada anak-anakNya yang taat atau hidup benar, dan itu memang disampaikan dalam banyak ayat. Namun adalah penting bagi kita agar terlebih dahulu siap mental dan rohani sebelum menerimanya, karena Yesus sudah memberi peringatan bahwa “Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Markus 10:25). Itulah sebabnya orang-orang yang baru bertobat seringkali harus melewati proses pemurnian terlebih dahulu yang ketika dijalani bisa jadi membuat kita tidak nyaman atau bahkan menderita, bukan serta merta menerima kekayaan melimpah yang apabila diterima dalam keadaan yang tidak siap justru bisa semakin menjauhkan kita dari Kerajaan Allah.

Apa yang seolah-olah terlihat menggiurkan bagi dunia bisa mendatangkan kerugian. Kita mengira kita untung, tapi malah buntung yang ada. Dengan adanya begitu banyak pengajaran yang keliru dan menyesatkan, kita bisa jatuh ke dalam jebakan-jebakan yang mereka tebar. Sepintas semua bisa terlihat menggiurkan, menjanjikan, namun jika tidak hati-hati kita bisa terjebak ke dalam kesesatan yang tentu akan sangat merugikan masa depan kita. Bukan saja di dunia ini tapi terlebih lagi akan berakibat fatal pada fase berikutnya yang justru kekal. Murid-murid Yesus telah berulangkali mengingatkan hal ini. Seperti Paulus, Petrus, Yohanes, mereka telah menyarankan kita untuk mewaspadai bahaya berbagai ajaran palsu.

Kepada jemaat Galatia, Paulus menegur mereka karena jemaat waktu itu begitu gampang terpengaruh ajaran yang sebenarnya justru memutarbalikkan Injil Kristus. Katanya: “Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.” (Galatia 1:6). Pada kesempatan lain, rasul Petrus berkata “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.” (2 Petrus 2:1). Lantas Yohanes berkata: “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” (1 Yohanes 4:1). Semua ini mengingatkan kita bahwa dalam kehidupan di dunia akan ada banyak pengajar-pengajar atau bahkan nabi-nabi palsu yang, entah karena kesalahan mereka memahami kebenaran atau memang secara sengaja, bisa menyesatkan kita dan meluputkan kita dari anugerah Allah untuk bisa masuk ke dalam KerajaanNya.

Yesus pun telah mengingatkan hal ini. “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” (Matius 7:15). Para pengajar atau nabi palsu ini akan terlihat begitu baik, tawaran-tawaran akan terlihat begitu indah, tapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang akan dengan buas memangsa siapapun yang terpikat dengan tipu muslihat mereka. Bukan hanya guru-guru atau nabi palsu, tapi bahkan mesias palsu pun akan terus muncul, lengkap dengan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat yang dahsyat, yang jika tidak hati-hati, akan pula menyesatkan anak-anak Tuhan sekalipun. “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.” (Matius 24:24). Begitu mulusnya penipuan ini, sampai-sampai mungkin sulit bagi kita untuk membedakan mana yang benar berasal dari Tuhan dan mana yang sebenarnya pemutarbalikan kebenaran.

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.