Merinding Aku Oleh Rayuannnya

6 Juli - RmA 3

PADA pukul 14.00 kucium aroma
bungabunga Kopi
dan bijibijinya yang lain yang dijemur di tepian jalan
di lembah Rawaseneng

lalu seperempat jam Kemudian
lonceng Pertapaan berdentang
memanggil para Pertapa
dan siapa Saja yang mau
termasuk aku
untuk menuju Kapel
lalu mendaraskan Ibadat Nona
rangkaian Ibadat Siang
dari Ibadat Harian
atau sering disebut Brevir

tujuh belas tahun Lalu
aku Akrabmesra
dengan keheningan Rawaseneng
sebab Pernah aku
mengajar para Pertapa muda
dan aku sendiri sebulan Penuh
menikmati retret Agung
di Sini sesudahnya

kini sore Ini
aku ke Sini lagi
untuk Rekoleksi
menjelang HUT Imamat ke-19
lusa penuh Sukacita
depan juli dua ribu lima belas

saat kumasuk Kapel
air mata Bahagiaku berderai
kulihat para Pertapa
yang terus Berdoa
dengan wajah penuh Cahaya
dalam hening Jiwa
menghirup menghembuskan Doa
bagi Gereja dan Dunia
bagi Umat dan Masyarakat

dan ah
tibaTiba iblis menggodaku
– tidakkah kau mau
– jadi Pertapa juga
– meninggalkam Dunia
– lalu masuk
– dalam keheningan Cinta dan Doa
– agar kau bercahaya Pula

aku Merinding
mendengar Rayuannya
yang tepat di telinga Jiwa

+ mungkin dan layakkah aku

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.