Menyikapi Panggilan (3)

(sambungan)

Selanjutnya mari kita lihat beberapa hal lain pula yang juga penting untuk kita perhatikan berkenaan dengan panggilan.

1. Merespon panggilan Tuhan dengan baik

Tanpa adanya respon dari kita terhadap sebuah panggilan maka tidak akan ada hasil yang bisa dicapai. Jangankan hasil, kita bahkan tidak akan mengetahui apa yang sebenarnya Tuhan mau untuk kita kerjakan. Merespon itu sama dengan menjawab bahwa kita siap untuk melakukan apa yang Tuhan mau. Mungkin kita tidak pernah membayangkan bahwa kita sanggup, tetapi yang Tuhan mau sebenarnya bukanlah kemampuan atau kesanggupan kita melainkan kesediaan kita untuk melakukannya. Bukan kemampuan yang penting, tapi kemauan. Tuhan adalah Allah yang menyediakan, dan Dia akan menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan agar kita bisa melakukannya dengan hasil yang terbaik. Berbagai talenta sudah dia berikan sebagai modal awal, tugas kita kemudian mengembangkannya hingga matang dan menghasilkan buah-buah yang bermanfaat bukan hanya bagi kita tetapi bagi orang lain, sehingga itu bisa menyatakan terang dan kemuliaan Allah di manapun kita ditempatkan.

Sebuah panggilan bisa sangat unik, tidak umum bahkan terasa aneh pada mulanya. Tapi jika panggilan itu dijalankan, anda akan mendapati bagaimana Tuhan bekerja di dalam diri anda, menyediakan segala sesuatu yang anda perlukan dalam prosesnya. Dan anda akan merasakan kepenuhan, kebahagiaan atau sukacita yang sangat berbeda saat menjalani panggilan tanpa memandang untung rugi, sebuah perasaan yang tidak akan anda dapatkan saat mengerjakan hal-hal diluar panggilan.

2. Menghidupi Panggilan itu

Panggilan yang diterima tidak otomatis menjadi sesuatu yang langsung jadi. Seperti aspek-aspek kehidupan lainnya, sebuah panggilan pun harus terus dikembangkan agar terus meningkat hingga menjadi sebuah penggenapan seperti yang menjadi tujuan Tuhan dalam hidup kita. Dengan cara terus dilatih dan dikembangkan sesuai dengan karunia dan talenta yang sudah diberikan, panggilan itu nantinya akan menjadi menghasilkan buah yang subur. Seringkali grand design Tuhan akan secara perlahan pula kita ketahui seiring perjalanan atau prosesnya. Bagai melengkapi kepingan puzzle atau gambar yang tadinya kabur tapi kemudian menjadi terus semakin jelas bentuknya, setahap demi setahap kita melakukan panggilan Tuhan hingga akhirnya kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya Dia mau kita lakukan dan seperti apa sebenarnya yang Dia ingin kita capai.

3. Mengubah cara kita menjadi cara Tuhan

Kebanyakan orang melakukan segala sesuatu menurut caranya sendiri, menurut kemauannya sendiri. Ingatlah bahwa panggilan yang diberikan Tuhan itu bukanlah milik kita. Bagaimanapun itu berasal dari Tuhan. Karena itu cara terbaik tentu adalah dengan memakai cara Tuhan dalam melaksanakannya, yaitu dengan megiktui tuntunan yang Dia berikan, sesuai dengan kehendakNya.

Ambil satu contoh mengenai Daud. Ketika Daud dilantik menjadi raja, ia ternyata tidak langsung naik tahta dan berkuasa. Ia ternyata harus mengikuti cara Tuhan, dengan cara menjadi hamba Saul terlebih dahulu. Atau perhatikan proses Yusuf yang diwarnai banyak penderitaan hingga bertahun-tahun lamanya. Ini baru dua dari begitu banyak contoh lainnya yang tertulis dalam Alkitab.

Kalau tidak dari Alkitab, contoh di dunia dari sejarah hidup banyak tokoh pun bisa menjadi pelajaran bagaimana sukses itu tidak datang dalam semalam. Ada proses yang harus kita lalui, dan kelancaran dan kesuksesan yang menjadi hasil akan sangat tergantung dari bagaimana kita menyikapi panggilan. Memakai cara Tuhan, bukan cara kita akan melancarkan tahapan yang harus dilalui. Kita bisa mengetahui itu dengan menyerahkan hidup dan perjalanannya sepenuhnya ke dalam rencana Tuhan. Kedekatan hubungan denganNya menjadi hal penting dalam hal ini. Kita dituntut untuk taat, sabar dan terus memegang komitmen terhadap panggilan yang sudah kita terima.

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.