Menyertai Rolla Scollari, Jurnalis OASIS


YOGYAKARTA – Rabu (15/03/2016). Tepat pada pukul 09.00 WIB, saya (Aloys Budi Purnomo Pr – Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang – Kom HAK KAS) yang dimintai tolong Romo Markus Solo SVD yang saat ini menjadi Sekretaris Dewan Kepausan untuk Dialog Interreligius (semacam Kom HAK) di Vatikan, untuk menghubungkan Mrs. Rolla Maria Teresa Scollari agar bisa wawancara dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X.


Beliau juga sudah diterima oleh Ngersa Dalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan. Keberhasilan pertemuan ini terutama berkat bantuan Pak Methodius, dari Lembaga Satu Nama Yogyakarta.


Rolla Scollari adalah jurnalis dari OASIS Magazine & Foundation yang berbasis di Milan dan Venezia. Perbitan mereka dalam empat bahasa yakni Italia, Perancis, Inggris dan Arab. Dia sudah tiba di Indonesia untuk pertama kalinya pada tanggal 7 Maret lalu. Tanggal 9 Maret mengikuti dan melipur acara “Jumpa Hati Perempuan Lintas Agama” yang diselenggarakan oleh Kom HAK KAS, yang dihadiri hampir 400-an para Suster Biarawati dari berbagai tarekat dan para perempuan Islam, Katolik dan Kristen yang berjilbab, bermanthila dan berpasmina di halaman Gereja Kristus Raja serta di kompleks Masjid Jami’ Istiqomah Ungaran.


Sehari semalam di Semarang, Rolla saya perkenalkan dengan Kiai Budi Harjono, Ahmad Thoha, dan Fatquri Busyeri sebagai narasumber dan mengunjungi sejumlah tempat penting antara lain Patung Maria Asumpta di Gua Maria Kerep Ambarawa, Vihara Buddha Watugong, Masjid Agung Jawa Tengah, dan Klenteng Tay Kak Sie.


Setelah itu Rolla kembali ke Jakarta untuk melakukan tugasnya mewancarai sejumlah tokoh di Jakarta antara lain Din Syamsudin, Yenni Wahid dan Frans Magnis Suseno SJ.


Hari ini, sebagai wawancara terakhir, Rolla mewawancari Sri Sultan di Gedung Wilis, Dalem Kepatihan, Yogyakarta. Sri Sultan menyambut dengan ramah dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Rolla dengan runtut dan mendalam. Sekitar satu setengah jam wawancara berlangsung. Semua hasil wawancara itu akan menjadi bahan penerbitan OASIS pada saatnya nanti.


Semua wawancara dibingkai dengan tema seputar Islam Nusantara yang mengusung perdamaian dan harmoni yang menjadi visi OASIS pula. Paling tidak, selama di Jakarta, Semarang dan Yogyakarta, menurut pengakuan Rolla, ia mendapat gambaran tentang Islam sebagai rahmatan lil alamin melalui berbagai narasumber dan praksis nyata yang dia lihat. Dia sendiri, sesuai dengan visi misi OASIS, tampaknya lebih tertarik menarasikan perdamaian, dialog dan harmoni daripada hal-hal yang memicu konflik. Itulah sebab perisitiwa demo yang terjadi di Bekasi atas penghambatan pembangunan Gereja St. Clara tidak terlalu menarik perhatiannya. Tentu tidak berarti bahwa hal itu tidak penting.


Demikianlah sekilas info terkait dengan penyertaan saya terhadap Rolla Scollari. Terima kasih Romo Markus atas kepercayaannya. Terima kasih Pak Meth atas bantuannya. Terima kasih Rolla telah datang dan bergabung dengan salah satu peristiwa Kom HAK KAS dan makan apa saja yang saya tawarkan entah itu lenthok, lonthong, nasi goreng, mendoan, bahkan sate dan tongseng Kambing.


Selamat jalan kembali ke Milan malam nanti pada pukul 00.25 WIB. Have a nice flight. Grazie tante. Arrivederci!***


17 Maret 2016 - Berita - Pic 2

Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Semarang (KAS), Ketua Komisi Hubungan Antaragama KAS, dan melayani tugas pastoral di Paroki Ungaran, Kab. Semarang. Pernah menjabat Rektor Seminari Tinggi Sinaksak di Pematang Siantar, Sumatra Utara dan gemar memainkan saksofon. Sumber: Sesawi.net

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: