Menyembah (1)

Ayat bacaan: Yohanes 4:22-24
===================
“Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Kata menyembah tidak lagi asing bagi kita. Semua manusia diciptakan dengan roh yang menyembah, apapun latar belakangnya, apapun kepercayaannya. Pertanyaannya, seperti apa sebenarnya menyembah yang benar? Siapa yang disebut dengan penyembah-penyembah yang benar alias the true worshippers? Apakah ada tempat khusus dimana kita harus melakukannya agar menjadi benar?

Akan hal ini, mari kita lihat percakapan antara Yesus dengan seorang perempuan dari Samaria yang bertemu di sebuah sumur di kota Sikhar (Yohanes 4:1-42). Setelah Yesus menyampaikan mengenai Air Hidup, pembicaraan kemudian sampai kepada perihal menyembah. Wanita Samaria berkata: “Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.” (ay 20). Apakah penyembahan yang benar bergantung pada suatu tempat atau lokasi tertentu? Di Yerusalem kah, atau di gunung Gerizim, dimana nenek moyang bangsa Samaria menyembah? Apakah tempat, tradisi bahkan upacara agama menjamin sebuah penyembahan yang benar, dan para penyembah harus kesana agar menjadi benar? Paradigma seperti itulah yang ada pada perempuan Samaria, dan masih banyak pula orang yang percaya akan hal itu sampai hari ini, bahkan di kalangan orang percaya.

Apa yang menjadi jawaban Yesus menjadi penegasan kerangka konsep penyembahan yang benar menurut kebenaran Kerajaan. “Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (ay 21-24). Perhatikan. Ternyata Yesus mengoreksi apa yang menjadi kepercayaan atau pemahaman banyak orang. Yesus menyampaikan sebuah gebrakan dalam konsep penyembahan, bahwa tempat penyembahan bukanlah di Yersualem, di gunung atau lokasi tertentu manapun, melainkan dimana kita memiliki kerinduan mencari Tuhan. Dan penyembah yang benar adalah mereka yang menyembah Bapa dalam dua hal, yaitu roh dan kebenaran. Penekanan lebih lanjut, bahwa siapapun yang menyembah Dia haruslah menyembahNya dalam roh dan kebenaran.

Sebelum kita masuk lebih jauh mengenai roh dan kebenaran, mari kita lihat dulu poin pertama bahwa penyembahan adalah kerinduan mencari Tuhan tanpa tergantung oleh lokasi-lokasi tertentu. Dalam kitab Yesaya 29:13-14 dikatakan demikian: “apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN…” Itu artinya, Tuhan akan selalu ada kapan saja kita mencari Dia. Tuhan selalu hadir setiap kali kita membutuhkanNya. Jesus didn’t refer to any specific location, not mountains, not places, not even Jerusalem. Tuhan ada dimana saja dan akan selalu mudah ditemukan setiap kali kita mencariNya. Tuhan menginginkan sebuah hubungan dan bukan masalah tempat. Yang Tuhan inginkan adalah penyembah yang mengubahkan bentuk-bentuk ritual dan bentuk upacara menjadi bentuk kehidupan nyata.

Sekarang mari kita lihat dua hal yang harus diperhatikan dalam menjadi penyembah yang benar, yaitu menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran.

1. Menyembah dalam Roh 

Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia yang bisa membangun hubungan secara langsung dengan Tuhan adalah mereka yang sudah mengalami lahir baru. Jika tidak, maka rohnya tidak akan bisa terhubung dengan Tuhan karena rohnya belum diperbaharui. Tuhan adalah Roh, dan kita pun mahluk roh yang memiliki tubuh atau bentuk fisik. Karenanya menyembah Tuhan harus dilakukan sesuai dengan keberadaan/hakekat Tuhan dan kita.

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.